STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kompetensi keselamatan pasien di kalangan mahasiswa keperawatan Diploma III di Jakarta, Indonesia. Penelitian berdesain cross-sectional dengan melibatkan 200 mahasiswa dari institusi pendidikan keperawatan akreditasi di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan survei struktur yang mencakup Health Professional Education in Patient Safety Survey (H-PEPSS), Quality of Clinical Learning Environment (QCLE) Scale, dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa efikasi diri (β = 0,42, p < 0,001) dan kualitas pelatihan (β = 0,26, p = 0,002) secara signifikan memprediksi kompetensi keselamatan pasien, menjelaskan 37,2% varians. Budaya institusi tidak menjadi prediktor signifikan. Kesimpulan menunjukkan bahwa efikasi diri dan kualitas pelatihan klinis merupakan faktor utama dalam meningkatkan kompetensi keselamatan pasien. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh jangka panjang budaya institusi.

Efikasi diri dan kualitas pelatihan klinis merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kompetensi keselamatan pasien di kalangan mahasiswa keperawatan Diploma III di Jakarta.Strategi pendidikan yang menargetkan domain ini dapat meningkatkan hasil keselamatan.Penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi pengaruh jangka panjang budaya institusi terhadap kompetensi tersebut.

Untuk meningkatkan kompetensi keselamatan pasien, penelitian lanjutan dapat fokus pada peran program mentorship dalam membangun efikasi diri mahasiswa keperawatan. Selain itu, pengembangan modul pelatihan berbasis simulasi standar yang disesuaikan dengan kondisi daerah dengan sumber daya terbatas di Indonesia juga penting. Terakhir, studi lebih lanjut perlu mengeksplorasi faktor budaya dalam pendidikan keperawatan Indonesia yang mungkin memengaruhi penerapan praktik keselamatan pasien. Pendekatan ini dapat membantu merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan kontekstual, terutama di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Penelitian juga bisa mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi pelatihan berbasis simulasi terhadap perilaku keselamatan pasien setelah lulus. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit untuk meningkatkan eksposur klinis mahasiswa dapat menjadi arah penelitian baru. Penggunaan teknologi digital dalam pelatihan keselamatan pasien, seperti simulasi virtual, juga layak dieksplorasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pembelajaran. Penelitian lanjutan harus mempertimbangkan perbedaan regional dalam sistem kesehatan Indonesia untuk memastikan rekomendasi yang relevan. Akhirnya, pengembangan kerangka kerja penilaian kompetensi keselamatan pasien yang terstandar dapat menjadi fokus penelitian di masa depan.

Read online
File size285.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test