IDID

JAMSIJAMSI

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungai Kupah, sebuah desa pesisir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang kaya akan budaya dan memiliki ekosistem mangrove yang luar biasa. Meskipun begitu, desa ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keterbatasan akses pendidikan seni dan rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan kami bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan anak-anak melalui workshop seni yang menggabungkan ekologi dengan budaya lokal. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: pertama, persiapan yang melibatkan koordinasi dengan masyarakat setempat; kedua, pelaksanaan workshop seni yang meliputi eksplorasi mangrove, pembuatan karya seni dari daun nipah, dan edukasi tentang budaya lokal; dan ketiga, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan peserta. Hasil yang kami capai sangat menggembirakan, terlihat dari peningkatan nilai rata‑rata peserta yang naik dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, kreativitas anak-anak juga meningkat, terlihat dari beragam karya seni berbasis lingkungan yang mereka buat. Lebih dari itu, program ini juga berhasil memperkuat keterlibatan komunitas lokal, yang mendukung keberlanjutan kegiatan ini ke depan. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berhasil memberdayakan anak-anak pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan ekosistem mangrove yang sangat vital bagi kehidupan mereka.

Workshop seni yang menggabungkan ekologi dan budaya lokal di Desa Sungai Kupah berhasil memberikan dampak positif yang jelas pada anak-anak pesisir.Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar seni, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan mereka, khususnya ekosistem mangrove.Keberhasilan program ini tercermin dalam peningkatan signifikan kreativitas dan kesadaran lingkungan anak-anak, yang diukur melalui evaluasi pre‑test dan post‑test dengan rata‑rata peningkatan sebesar 45 %.Anak‑anak kini lebih memahami bagaimana mangrove berfungsi untuk melindungi pantai dan menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup.Selain itu, mereka menunjukkan kreativitas yang luar biasa melalui karya seni, seperti kerajinan dari daun nipah dan mural yang menggambarkan tema lingkungan serta budaya lokal.

Dalam pengembangan program serupa, sebuah penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang workshop seni berbasis ekologi terhadap perilaku pelestarian ekologis anak-anak serta peran keluarga dalam memperkuat pembelajaran ini. Selain itu, studi komparatif antara desa pesisir dengan akses pendidikan seni yang berbeda dapat menilai keefektifan model kolaborasi seni-lokakultur dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Terakhir, penelitian mengenai integrasi teknologi digital, seperti aplikasi peta interaktif mangrove, dapat dikaji sebagai alat pendukung pembelajaran seni dan ekologi, sehingga memaksimalkan partisipasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan lokal.

  1. Sarana dan Prasarana Lembaga dalam Menciptakan Potensi Pengembangan Seni Anak Usia Dini | Jurnal Obsesi... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/2864Sarana dan Prasarana Lembaga dalam Menciptakan Potensi Pengembangan Seni Anak Usia Dini Jurnal Obsesi obsesi index php obsesi article view 2864
  2. Issue Information - 2023 - International Journal of Art & Design Education - Wiley Online Library.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jade.12489Issue Information 2023 International Journal of Art Design Education Wiley Online Library onlinelibrary wiley doi 10 1111 jade 12489
  3. The value of estuarine and coastal ecosystem services - Barbier - 2011 - Ecological Monographs - Wiley... doi.wiley.com/10.1890/10-1510.1The value of estuarine and coastal ecosystem services Barbier 2011 Ecological Monographs Wiley doi wiley 10 1890 10 1510 1
Read online
File size324.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test