IDID

JAMSIJAMSI

Prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar adalah 14,3%. Pemerintah Kota Pematangsiantar menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 3,22% untuk mencapai 11,08% pada tahun 2023 dan 8,96% pada tahun 2024. Terdapat 8 kecamatan dengan lokus stunting, salah satunya adalah Kecamatan Siantar Sitalasari di wilayah Puskesmas Bahkapul. Pada tahun 2021, terdapat 50 kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Bahkapul, menurun menjadi 23 kasus pada tahun 2023. Data tahun 2024 menunjukkan 429 ibu hamil, dengan 85 berisiko tinggi dan 4 mengalami Kurang Energi Protein (KEK). Permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku ibu hamil terkait gizi selama kehamilan melalui pendekatan emotional demonstration. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, dan sikap positif terhadap konsumsi protein hewani setelah intervensi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah mencapai tujuan yang ditetapkan dengan penerapan metode Emotional Demonstration yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan sikap ibu hamil terkait gizi dan pencegahan stunting.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, serta sikap positif terhadap konsumsi protein hewani pada ibu hamil setelah intervensi edukasi.Pendekatan Emotional Demonstration dapat direkomendasikan sebagai metode edukasi yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan berpotensi untuk diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menguji efektivitas pendekatan Emotional Demonstration dalam jangka panjang dan pada populasi yang lebih luas dengan karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul edukasi gizi yang lebih interaktif dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik ibu hamil di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan lingkungan sosial dalam keberhasilan intervensi gizi pada ibu hamil, serta mengembangkan strategi untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penurunan angka stunting di Indonesia melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Read online
File size413.05 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test