STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesiapsiagaan bencana di antara perawat di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, sebuah rumah sakit di wilayah rawan bencana Pekalongan, Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan sampel 142 perawat. Hasil menunjukkan bahwa 64,1% perawat memiliki kesiapsiagaan sedang, sementara 35,9% memiliki kesiapsiagaan baik. Tidak ada perawat yang termasuk dalam kategori kesiapsiagaan rendah. Kesenjangan signifikan ditemukan dalam keterampilan manajemen bencana, seperti triase dan penanganan trauma. Studi ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan, simulasi, dan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit.

Kebanyakan perawat menunjukkan tingkat kesiapsiagaan bencana sedang, namun masih ada celah signifikan dalam keterampilan manajemen bencana dan kompetensi perawatan pasien selama keadaan darurat.Meskipun perawat memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, kepercayaan mereka dalam mengelola kebutuhan psikologis dan klinis korban bencana terbatas.Partisipasi dalam aktivitas simulasi dan peran kepemimpinan juga minimal.Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, diperlukan kebijakan institusional yang lebih kuat, pelatihan berbasis pengalaman, serta penekanan pada kompetensi triase dan perawatan psikososial.

Pertama, rumah sakit perlu mengintegrasikan simulasi bencana secara berkala ke dalam program pelatihan perawat, terutama untuk meningkatkan keterampilan triase dan penanganan trauma. Kedua, pengembangan protokol komunikasi yang spesifik untuk wilayah rawan bencana, seperti daerah pesisir atau pegunungan, dapat memperkuat koordinasi antara perawat dan lembaga setempat. Ketiga, memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan informasi bencana dan pelatihan berbasis aplikasi dapat meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas peningkatan kesiapsiagaan bagi perawat di daerah terpencil.

Read online
File size321.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test