UIGMUIGM

Journal Of Plano StudiesJournal Of Plano Studies

Indonesia memiliki 127 gunung api yang masih aktif. Salah satu gunung api aktif di Pulau Sumatra adalah Gunung Marapi. Berdasarkan pernyataan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Marapi meletus pada tanggal 03 Desember 2023 pukul 14.54 WIB. Dinas Pertanian Kabupaten Agam Sumatera Barat mencatat lebih dari 2.000 ha lahan pertanian di wilayah setempat terdampak oleh abu vulkanik dan pasir pasca erupsi Gunung Marapi. Akibatnya terjadi perubahan lahan vegetasi yang ada di sekitar gunung marapi. Oleh karena itu perlunya dilakukan analisis mengenai perubahan lahan vegetasi yang terkena dampak dari letusan gunung tersebut. Analisis ini dilakukan menggunakan metode NDVI dengan memanfaatkan data dari citra landsat 8. Hasil dari penelitian ini berupa perubahan lahan vegetasi di Kab. Agam dan Kab. Tanah Datar sebelum dengan sesudah terjadinya letusan gunung marapi. Lahan dengan kategori tidak bervegetasi tidak mengalami perubahan sebelum dengan sesudah terjadinya letusan gunung marapi. Pada lahan dengan tingkat vegetasi kehijauan sangat rendah mengalami peningkatan yang awalnya hanya 17365.0 ha atau 5 % dari luas keseluruhan menjadi 27971.8 ha atau naik menjadi 8%.sedangkan untuk lahan dengan kehijauan rendah naik 4% yang awalnya 6% menjadi 10%. Lahan dengan kehijauan sedang naik signifikan sebanyak 8% dari yang awalnya luasannya 7% menjadi 15%. Sedangkan untuk lahan vegetasi kehijauan sangat tinggi sebelum terjadinya erupsi memiliki luas 78% dari keseluruhan luasan vegetasi turun menjadi 64% atau turun sebesar 14% dari luas sebelumnya.

Lahan vegetasi di sekitar Gunung Marapi, meliputi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, mengalami perubahan sebelum dan sesudah letusan gunung.Lahan yang tidak bervegetasi tetap stabil, sementara lahan dengan tingkat kehijauan sangat rendah meningkat dari 5% menjadi 8%.Lahan dengan kehijauan rendah naik 4% menjadi 10%, dan lahan dengan kehijauan sedang meningkat signifikan sebesar 8% dari 7% menjadi 15%.Sebaliknya, lahan dengan kehijauan sangat tinggi menurun dari 78% menjadi 64%, atau turun 14%.Hal ini menunjukkan bahwa letusan gunung dapat memengaruhi perubahan vegetasi di sekitarnya.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis dampak abu vulkanik terhadap kualitas tanah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman di berbagai jenis lahan. Selain itu, studi mengenai efektivitas berbagai teknik restorasi lahan pasca-letusan, seperti penggunaan tanaman penutup tanah atau aplikasi pupuk organik, perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekosistem. Lebih lanjut, pemodelan spasial yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ketinggian, kemiringan, dan jenis tanah dapat digunakan untuk memprediksi potensi dampak letusan gunung api terhadap perubahan lahan vegetasi di masa depan, sehingga dapat membantu dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan lahan yang lebih efektif. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika ekosistem pasca-letusan dan memberikan informasi yang berguna bagi para pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan dan pengelolaan lahan berkelanjutan.

Read online
File size553.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test