STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA
Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature StudiesPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks dan sufiks bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dan Banjar Tengah di Bali. Prefiks dan sufiks yang dideskripsikan dalam penelitian ini termasuk dalam kategori morfem derivasional dan infleksional. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan tiga informan sebagai sumber data penelitian. Mereka dipilih berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Samarin (1998). Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan wawancara. Peneliti mempelajari Dausa, melakukan observasi, perekaman, dan mencatat data informan. Kemudian data ditranskripsi, dikategorikan, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mengidentifikasi prefiks dan sufiks, merumuskan aturan untuk morfem derivasional dan infleksional berdasarkan tampilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis prefiks yang ditemukan dalam bahasa tersebut. Prefiks tersebut meliputi {bΛ-}, {bǝ-}, {mɅ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, dan {mә-}, dan terdapat lima jenis sufiks yang meliputi {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn}, {-Ʌ}, dan {-ē}. Di antaranya, terdapat tiga jenis prefiks: {mɅ-}, {ŋ-}, dan {mә-}, dan terdapat empat jenis sufiks: {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn}, dan {-Ʌ} yang dikategorikan sebagai morfem derivasional. Terdapat lima jenis prefiks: {bΛ-}, {bǝ-}, {ŋ-}, {ñ-}, {mǝ-}, dan lima jenis sufiks: {-ē}, {-Ʌŋ}, {-in}, {-Ʌn}, dan {-Ʌ} yang dikategorikan sebagai morfem infleksional. Penelitian ini memberikan informasi kepada akademisi tentang morfem bahasa Bali.
Berdasarkan tujuan penelitian, temuan, dan pembahasan pada bab sebelumnya, kesimpulan dari penelitian ini adalah penelitian ini mengidentifikasi 17 prefiks dan sufiks yang ada di Dausa.Ada tiga jenis prefiks dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.dan ada empat jenis sufiks yang termasuk dalam morfem derivasional {-Ʌŋ}, {-In}, {-Ʌn} dan {Ʌ}.Ada lima jenis prefiks yang termasuk dalam morfem infleksional.dan ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa {-ē}, {- Ʌŋ}, {-in}, {-Ʌn} dan {-Ʌ}.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.prefiks {mɅ-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {mɅ-}.Prefiks {ŋ-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {ŋ-}.Prefiks {mә-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {mǝ-}.Ada empat jenis sufiks di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional, yaitu.sufiks {-Ʌŋ} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki vokal akhir dilekatkan pada sufiks {-Ʌŋ}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-In} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-In}, dilekatkan langsung ke basis.Sufiks {-Ʌn} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-Ʌn}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-Ʌ} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-Ʌ}, dilekatkan langsung ke basis.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.prefiks {bɅ-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /c/ dilekatkan pada prefiks {bɅ-}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Prefiks {bǝ-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /k/ dilekatkan pada prefiks {bǝ-}.Prefiks {ŋ-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /r/ dan /l/ dilekatkan pada prefiks {ŋ-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Prefiks {ñ-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /n/ dilekatkan pada prefiks {ñ-}.Prefiks {mǝ-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /b/, /k/, /l/, dan /p/ dilekatkan pada prefiks {mǝ-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.sufiks {-ē} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /h/ dilekatkan pada sufiks {-ē}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- Ʌŋ} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /m/ dan /ŋ/ dilekatkan pada sufiks {-Ʌŋ}.Sufiks {-in} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /n/, /m/, /ñ/, dan /ŋ/ dilekatkan pada sufiks {-in}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- Ʌn} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dilekatkan pada sufiks {- Ʌn}.Sufiks {-Ʌ} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /Ʌ/ dilekatkan pada sufiks {-Ʌ}.Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi bagi komunitas linguistik.Pertama, para ahli bahasa dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk memberi informasi kepada akademisi lainnya tentang morfem derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa.Kedua, penelitian ini dapat digunakan di bidang budaya khususnya di Undiksha, yang biasanya menyambut pengunjung asing untuk memperkenalkan salah satu budaya Bali.Sektor pendidikan dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk mendidik siswa mereka tentang budaya.Akhirnya, penelitian ini dapat dicetak dan digunakan sebagai buku pengajaran budaya dan juga dapat menjadi warisan sejarah Desa Dausa.Penelitian saat ini berfokus pada morfologi, terutama proses derivasional dan infleksional yang terjadi di Dausa.Peneliti menemukan bahwa sangat menarik untuk mengeksplorasi bahasa Dausa.Oleh karena itu, peneliti berharap bahwa penelitian lain, seperti.sintaksis, leksikal, sociolinguistik, dan tingkat semantik bahasa Dausa dapat dilakukan di Desa Dausa.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut proses derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, dengan fokus pada aspek-aspek tertentu seperti fonologi, sintaksis, atau semantik. Penelitian ini dapat membantu memahami lebih dalam struktur dan fungsi bahasa Bali di Dausa.. . 2. Penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh bahasa Bali Dausa terhadap identitas budaya dan sosial masyarakat Dausa. Dengan memahami hubungan antara bahasa dan budaya, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa Bali Dausa berperan dalam membentuk identitas dan menjaga warisan budaya masyarakat Dausa.. . 3. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi variasi bahasa Bali di Dausa, termasuk perbedaan dialek dan penggunaan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda. Dengan memahami variasi ini, penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang keragaman bahasa Bali dan bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dausa.
| File size | 305.23 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Fungsi bahasa pada papan petunjuk di ruang publik di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis berdasarkan teori Yanhong dan Rungruang (2013) yangFungsi bahasa pada papan petunjuk di ruang publik di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis berdasarkan teori Yanhong dan Rungruang (2013) yang
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian PT. CPPI, sebuah perusahaan di Batam yang bergerak di bidang Forwarding, Transportation,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian PT. CPPI, sebuah perusahaan di Batam yang bergerak di bidang Forwarding, Transportation,
DINIYAHDINIYAH Studi ini dilakukan dari Oktober hingga November 2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek motorik kasar anak, seperti koordinasi gerak mataStudi ini dilakukan dari Oktober hingga November 2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek motorik kasar anak, seperti koordinasi gerak mata
ONERESEARCHONERESEARCH Nasionalisme agama merupakan perekat kuat yang menyatukan rakyat, agama, dan bangsa sebagai satu kesatuan utuh. Hal ini masih sangat relevan di tengahNasionalisme agama merupakan perekat kuat yang menyatukan rakyat, agama, dan bangsa sebagai satu kesatuan utuh. Hal ini masih sangat relevan di tengah
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran respon mahasiswa tentang maraknya kekerasan seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sertaTujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran respon mahasiswa tentang maraknya kekerasan seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Setelah penerapan metode, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata post-test mencapai 93,33 dan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansiSetelah penerapan metode, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata post-test mencapai 93,33 dan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistica 26, yang melibatkan tahap-tahap pengujian validitas, pengujian reliabilitas, danAnalisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistica 26, yang melibatkan tahap-tahap pengujian validitas, pengujian reliabilitas, dan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan diimplementasikan melalui hubungan antar organisasi, tingkatan bawah, dan kelompok sasaran dalamPenelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan diimplementasikan melalui hubungan antar organisasi, tingkatan bawah, dan kelompok sasaran dalam
Useful /
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Uji statistik t-test mengkonfirmasi bahwa perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan secara statistik, dengan p-value yang sangatUji statistik t-test mengkonfirmasi bahwa perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan secara statistik, dengan p-value yang sangat
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Hasil dari respon pengguna rata-rata mencapai 91% menyatakan bahwa website sangat baik. Berdasarkan perancangan dan pembuatan virtual tour objek wisataHasil dari respon pengguna rata-rata mencapai 91% menyatakan bahwa website sangat baik. Berdasarkan perancangan dan pembuatan virtual tour objek wisata
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera, panduan wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh prosedur dalamInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera, panduan wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh prosedur dalam
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA The results showed that there were 45 (forty-five) taboo words used in Menyali Village. These taboo words were classified into three scopes based on theThe results showed that there were 45 (forty-five) taboo words used in Menyali Village. These taboo words were classified into three scopes based on the