KOPERTAIS4KOPERTAIS4
IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanIDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanForgiveness merupakan sikap seseorang yang tersakiti untuk tidak melakukan perbuatan balas dendam terhadap pelaku, sebaliknya adanya keinginan untuk berdamai dan berbuat baik walaupun pelaku telah melakukan perilaku yang menyakitkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran forgiveness terhadap perselingkuhan yang dilakukan pasangan serta faktor yang mendasari pemberian forgiveness terhadap pasangan yang melakukan perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 3 orang suami dan 3 orang istri yang sama-sama sebagai korban serta telah memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun pasangan telah melakukan perselingkuhan akan tetapi korban tetap memberikan forgiveness. Adapun faktor pendukung pemberian forgiveness yaitu; 1) Faktor situasional, korban merasa jenuh dengan keadaan yang terjadi akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan. 2) Faktor relasional, adanya permintaan maaf secara langsung dari pelaku kepada korban. 3) Faktor kepribadian (agama), memberi maaf, sabar, ikhlas dan menganggap kejadian perselingkuhan merupakan ujian yang harus dihadapi. Selain tiga faktor tersebut, ada faktor yang lebih mendasar pemberian forgiveness oleh korban terhadap pelaku, yaitu rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Anak akan terlantar apabila kedua orang tuanya bercerai, atas dasar itulah korban memberikan forgiveness terhadap pelaku yang melakukan perselingkuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian forgiveness terhadap perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan adalah demi kepentingan anak.Masa depan anak menjadi dasar penentuan sikap dari para korban perselingkuhan untuk memberikan forgiveness pada para pelaku.Adapun faktor pendukung pemberian forgiveness oleh para korban adalah faktor situasional, faktor relasional, dan faktor kepribadian.Faktor-faktor tersebut menjadi titik balik para korban untuk membuka lagi komunikasi dengan pelaku, menyusun kembali emosi, dan memberikan forgiveness terhadap pelaku perselingkuhan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melibatkan informan pernikahan tanpa keturunan untuk memahami lebih mendalam dasar pemberian forgiveness dalam konteks tersebut. Kedua, penting untuk mengembangkan program terapi pasangan atau konseling bagi korban perselingkuhan guna membantu proses pemulihan luka batin. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti dukungan sosial dan mekanisme koping dalam proses pemberian forgiveness, serta bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dengan faktor-faktor yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika forgiveness dalam konteks perselingkuhan dan memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi yang efektif bagi pasangan yang mengalami masalah ini. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu pasangan untuk mengatasi masalah perselingkuhan dan membangun kembali hubungan yang sehat dan harmonis, serta melindungi kesejahteraan anak-anak mereka.
- TIPE KOMITMEN PERNIKAHAN PADA TIGA PASANG SUAMI ISTRI USIA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH | Astri |... journal.ubm.ac.id/index.php/psibernetika/article/view/474TIPE KOMITMEN PERNIKAHAN PADA TIGA PASANG SUAMI ISTRI USIA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH Astri journal ubm ac index php psibernetika article view 474
- Strategi Koping dan Kesejahteraan Subjektif Pada Istri Korban Perselingkuhan | Intan Maya Savitri | Psikoborneo:... doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4356Strategi Koping dan Kesejahteraan Subjektif Pada Istri Korban Perselingkuhan Intan Maya Savitri Psikoborneo doi 10 30872 psikoborneo v5i2 4356
| File size | 663.44 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNZAHUNZAH Nilai-nilai ini berupa produk interaksi energi spiritual dan material yang mengarahkan dimensi keilahian. Manajemen pendidikan Islam memerlukan penguatanNilai-nilai ini berupa produk interaksi energi spiritual dan material yang mengarahkan dimensi keilahian. Manajemen pendidikan Islam memerlukan penguatan
UNZAHUNZAH Madrasah Ibtidaiyah telah mengalami perjalanan panjang dan evolusi dari pengajian Al-Quran tradisional hingga menjadi lembaga pendidikan formal yang diakuiMadrasah Ibtidaiyah telah mengalami perjalanan panjang dan evolusi dari pengajian Al-Quran tradisional hingga menjadi lembaga pendidikan formal yang diakui
STAIMUNSTAIMUN Strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, terbuktiStrategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, terbukti
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Sistem pendidikan Islam pada awalnya berlangsung di lingkungan keluarga, kemudian berkembang di surau, masjid, dan akhirnya masuk di rumah para bangsawan.Sistem pendidikan Islam pada awalnya berlangsung di lingkungan keluarga, kemudian berkembang di surau, masjid, dan akhirnya masuk di rumah para bangsawan.
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Pemateri yang didatangkan benar-benar profesional karena memang expert karena sebagian besar adalah para profesor. Selain itu, sinergitas antara panitiaPemateri yang didatangkan benar-benar profesional karena memang expert karena sebagian besar adalah para profesor. Selain itu, sinergitas antara panitia
IIMSURAKARTAIIMSURAKARTA Faktor pendukung meliputi pengurus, motivasi guru, faktor keluarga, dan pribadi. Faktor penghambat meliputi ketidakmerataan motivasi, keterbatasan waktu,Faktor pendukung meliputi pengurus, motivasi guru, faktor keluarga, dan pribadi. Faktor penghambat meliputi ketidakmerataan motivasi, keterbatasan waktu,
DINASTIREVDINASTIREV Berdasarkan rumusan artikel dan pembahasan maka dapat di di rumuskan hipotesis untuk riset selanjutnya. 1) Sistem berpikir kebenaran berpengaruh terhadapBerdasarkan rumusan artikel dan pembahasan maka dapat di di rumuskan hipotesis untuk riset selanjutnya. 1) Sistem berpikir kebenaran berpengaruh terhadap
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penerapan epistemologi Islam yang theo-anthropocentrik, menghargai kebenaran empiris, logika, etika, dan transendental, mampu menghasilkan paradigma pendidikanPenerapan epistemologi Islam yang theo-anthropocentrik, menghargai kebenaran empiris, logika, etika, dan transendental, mampu menghasilkan paradigma pendidikan
Useful /
IIMSURAKARTAIIMSURAKARTA (2-tailed) 0,357 dan koefisien korelasi 0,109, serta koefisien kontigensi 0,842 yang menunjukkan hubungan kuat, tetapi nilai p-value 0,756 (> 0,05) menunjukkan(2-tailed) 0,357 dan koefisien korelasi 0,109, serta koefisien kontigensi 0,842 yang menunjukkan hubungan kuat, tetapi nilai p-value 0,756 (> 0,05) menunjukkan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Ini karena pendekatan apa pun yang digunakan harus berdasarkan pemahaman yang jelas dan tepat tentang manusia bermoral itu sendiri. Seorang manusia bermoralIni karena pendekatan apa pun yang digunakan harus berdasarkan pemahaman yang jelas dan tepat tentang manusia bermoral itu sendiri. Seorang manusia bermoral
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Dalam beberapa dekade terakhir, proses (pasca)modernisasi telah meningkatkan pentingnya isu kualitas hidup dan kebijakan terkait, yang mengakibatkan semakinDalam beberapa dekade terakhir, proses (pasca)modernisasi telah meningkatkan pentingnya isu kualitas hidup dan kebijakan terkait, yang mengakibatkan semakin
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan budaya sekolah Islami di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam internalisasi nilai-nilaiPenelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan budaya sekolah Islami di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam internalisasi nilai-nilai