STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Penyakit Chronic Kidney Disease dan terapi hemodialisa sering menimbulkan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit, komplikasi, dan perubahan gaya hidup. Kecemasan berlebihan dapat menyebabkan isolasi sosial, depresi, dan menurunnya motivasi menjalani terapi, sehingga kualitas hidup pasien menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecemasan, kualitas hidup serta hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani terapi hemodialisa. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional cross sectional. Sampel sebanyak 73 pasien CKD yang menjalani hemodialisa diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan HADS dan kualitas hidup KDQOL-36. Penelitian dilakukan di RS Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta pada 22-30 Maret 2025. Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 46-55 tahun (29), mayoritas laki-laki (39), lama menjalani terapi 1-5 tahun (50), menikah (71), tidak bekerja (60), dan berpendidikan SD (35). Sebagian besar pasien mengalami kecemasan dan kualitas hidup dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 57 dan 69 responden. Uji Spearman rho menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas hidup (p < 0,05, r = -0,238).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia lansia awal (46-55 tahun), mayoritas laki-laki, dan sebagian besar telah menjalani hemodialisa selama 1-5 tahun.Sebagian besar pasien mengalami kecemasan sedang dan kualitas hidup sedang.Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta, dengan koefisien korelasi r = -0,238 yang termasuk dalam kategori sangat rendah.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak intervensi psikologis seperti terapi kognitif-perilaku terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan kualitas hidup pasien hemodialisis. 2. Mempelajari peran dukungan sosial dari keluarga atau komunitas pasien dalam mengurangi stres dan meningkatkan adaptasi terhadap kondisi penyakit. 3. Mengkaji efektivitas program edukasi khusus untuk pasien CKD tentang manajemen gejala dan pengelolaan kecemasan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup.

Read online
File size376.09 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test