UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi kemanjuran dan keamanan tadalafil dalam mengelola BPH-LUTS, memberikan wawasan untuk praktik klinis. Bahan & Cara: Strategi pencarian sistematik dilakukan di beberapa basis data referensi elektronik (PubMed, Google Scholar, Proquest, dan Cochrane) dan mencakup artikel yang diterbitkan antara tahun 2014-2024. Publikasi duplikat, artikel ulasan, dan artikel yang tidak lengkap di eksklusikan. Hasil: Pencarian basis data menghasilkan 302 artikel, yang secara sistematis dihilangkan, meninggalkan 10 artikel yang relevan. Sebanyak 1.645 pasien terlibat dalam 10 studi yang termasuk. Dari 10 studi yang termasuk, 9 adalah studi pusat tunggal dan 1 adalah studi multi-pusat. Dari semua studi, 7 adalah uji coba teracak terkontrol, 2 adalah uji observasional, dan 1 adalah studi kohort. Dari uji meta-analisis, ditemukan bahwa peningkatan skor IPSS setelah 12 minggu terapi tidak berbeda antara pemberian tadalafil dan tamsulosin. Simpulan: Sebagai kesimpulan, monoterapi tadalafil menunjukkan kemanjuran yang sebanding dengan tamsulosin dalam mengobati LUTS/BPH, dengan persetujuan yang berasal dari efektivitasnya dalam mengelola disfungsi ereksi (ED). Skor IPSS antara tadalafil dan tamsulosin dianggap serupa secara statistik. Studi menunjukkan efek sinergis ketika dikombinasikan dengan α-blockers, menawarkan harapan untuk pasien dengan kondisi bersamaan. Temuan keamanan mendukung utilitasnya di berbagai populasi.

Tadalafil monotherapy has shown comparable efficacy to tamsulosin in alleviating LUTS/BPH, underscoring its significance.IPSS score of voiding, storage and QoL between tadalafil and tamsulosin is considered similar statistically.Notably, tadalafils approval for BPH treatment stemmed from its efficacy in managing ED, highlighting the overlap between these conditions.Despite significant improvements observed with PDE5 inhibitors in various trials, their impact on Qmax remains inconclusive.However, studies suggest potential synergistic effects when alpha-blockers are combined with tadalafil, especially beneficial for patients with concurrent LUTS/BPH and ED.Safety and efficacy findings of tadalafil in Asian and Caucasian populations corroborate its utility across diverse demographics.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih besar, terancang dengan cermat, dan jangka panjang untuk memperkuat efektivitas dan keamanan monoterapi tadalafil dalam mengobati LUTS/BPH dibandingkan dengan kontrol aktif. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme aksi spesifik tadalafil dalam meringankan gejala LUTS/BPH, terutama dalam konteks populasi Asia dan Kaukasia. Studi juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efek sinergis antara tadalafil dan α-blockers, serta potensi manfaatnya bagi pasien dengan kondisi LUTS/BPH dan ED secara bersamaan.

Read online
File size575.51 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test