UINMADURAUINMADURA

IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan SyariahIQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan ekonomi masyarakat di area wisata religi Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu dan Mbah Djaelani dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di area wisata religi Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu dan Mbah Djaelani dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari wawancara pengelola makam, warga sekitar dan perangkat desa, di mana dalam hal ini ada dua objek makam yang telah menjadi destinasi wisata religi. Observasi ke kedua objek juga menjadi data primer kami serta beberapa dokumen dan sumber berita menjadi data sekunder. Hasil wawancara, observasi dan studi dokumen yang telah ditelaah, diverifikasi dan dianalisis kemudian tersimpulkan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat di kedua objek penelitian belum nampak. Faktor motivasi dan kebijakan pemerintah sebagai ūlī al-amr yang dapat mendukung adanya program pemberdayaan belum ada, baik dari pemerintah daerah maupun desa, sedangkan faktor penghambat program pemberdayaan, yaitu anggaran dan sarana prasarana juga nampak belum terlihat di objek makam Putri Ayu Dewi Sekardadu, namun untuk objek makam mbah Djaelani nampak faktor anggaran yang dapat saja yang menghambat program pembedayaan. Saran dari hasil penelitian ini adalah pertama, hendaknya pemerintah desa mempunyai motivasi lebih dalam memberdayakan area wisata religi yang dipunyainya. Kedua, hendaknya masyarakat sekitar area wisata religi mempunyai paguyuban yang dapat menyuarakan kepentingan bersama agar mendapat perhatian pemerintah dan mampu memaksimalkan keberadaan objek wisata untuk peningkatan ekonomi mereka.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat di area wisata religi Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu dan Mbah Djaelani belum optimal, meskipun di Makam Mbah Djaelani ditemukan pemberdayaan parsial oleh individu sejak 2018.Ketiadaan motivasi dan kebijakan dari pemerintah daerah maupun desa menjadi faktor penghambat utama, ditambah kendala anggaran serta sarana prasarana yang buruk di Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu.Penelitian ini mengisi celah literatur dengan mengkaji dua lokasi wisata religi yang kurang terekspos, menyajikan analisis faktor pemberdayaan ekonomi lokal, dan diharapkan menjadi model pengembangan kawasan serupa di tempat lain.

Studi ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi di area wisata religi Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu dan Mbah Djaelani masih sangat minim, terutama karena kurangnya inisiatif dan dukungan kebijakan dari pemerintah setempat serta keterbatasan infrastruktur. Berangkat dari temuan tersebut, penelitian lanjutan perlu mengkaji secara mendalam bagaimana model kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, media) dapat diimplementasikan secara efektif untuk mendorong inisiatif pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di kawasan wisata religi yang masih terpencil atau kurang berkembang. Sebuah studi bisa menanyakan: Bagaimana pengembangan program pelatihan kewirausahaan berbasis kearifan lokal, yang didukung oleh pemerintah desa dan sektor swasta, dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu, mengingat tantangan aksesibilitas dan infrastruktur yang ada? Selanjutnya, penting untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong integrasi UMKM lokal dan ekonomi halal ke dalam ekosistem wisata religi, terutama di lokasi dengan akses yang sudah memadai seperti Makam Mbah Djaelani. Misalnya, penelitian dapat mengeksplorasi: Sejauh mana kebijakan insentif dan pendampingan dari pemerintah daerah mampu menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi UMKM untuk berkembang di sekitar Makam Mbah Djaelani, serta bagaimana dampaknya terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata? Terakhir, mengingat potensi budaya seperti tradisi Nyadran di Kepetingan yang belum termanfaatkan secara ekonomi, perlu ada studi yang merancang dan mengevaluasi model pengembangan wisata budaya-religi terpadu dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat lokal. Pertanyaan penelitian yang relevan adalah: Bagaimana sebuah pendekatan pengembangan berbasis komunitas yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal (seperti Nyadran) dengan pemasaran digital dapat memberdayakan masyarakat Dusun Kepetingan secara ekonomi, sekaligus melestarikan warisan budaya? Pendekatan ini akan memberikan peta jalan yang lebih jelas bagi pemerintah dan komunitas untuk mewujudkan potensi ekonomi wisata religi secara inklusif dan berkelanjutan.

  1. Motif, Tujuan dan Relasi Ziarah Kubur: Refleksi atas Tradisi dan Budaya Masyarakat Banten | Tsaqofah.... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsaqofah/article/view/7274Motif Tujuan dan Relasi Ziarah Kubur Refleksi atas Tradisi dan Budaya Masyarakat Banten Tsaqofah jurnal uinbanten ac index php tsaqofah article view 7274
  2. Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya di Kawasan Ampel Surabaya | Public Sphere Review.... psr.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/30Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya di Kawasan Ampel Surabaya Public Sphere Review psr hangtuah ac index php jurnal article view 30
  3. HRMARS - The Principles of Islamic Economics and their Implementation in Indonesia. hrmars principles... hrmars.com/IJARBSS/article/view/2809/The-Principles-of-Islamic-Economics-and-their-Implementation-in-IndonesiaHRMARS The Principles of Islamic Economics and their Implementation in Indonesia hrmars principles hrmars IJARBSS article view 2809 The Principles of Islamic Economics and their Implementation in Indonesia
Read online
File size568.28 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test