AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA

Jurnal Kesehatan Bhakti HusadaJurnal Kesehatan Bhakti Husada

Latar belakang: Kualitas udara merupakan faktor penting bagi lingkungan dan kesehatan manusia; seiring perkembangan zaman, kualitas udara semakin menurun. Karbon monoksida (CO), sebagai salah satu polutan udara utama, diproduksi secara berlebihan oleh kendaraan bermotor. Pada lingkungan kerja bengkel, khususnya yang berada di ruangan dengan sirkulasi udara kurang baik dan terpapar asap kendaraan bermotor, tingkat CO dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara variabel usia dan lama bekerja dengan kadar karboksihemoglobin (COHb) pada pekerja bengkel di Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi pekerja bengkel di Kota Malang dan sampel 11 orang. Kadar COHb diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis (gelombang 546 nm). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara usia, lama bekerja, dan kadar COHb. Hasil: Sebanyak satu responden (9,1 %) memiliki kadar COHb di bawah ambang normal (< 3,5 %), sedangkan sepuluh responden (90,9 %) memiliki kadar COHb di atas batas normal (> 3,5 %). Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara usia dan kadar COHb (r = 0,775, p = 0,007) serta hubungan yang kuat antara lama bekerja dan kadar COHb (r = 0,631, p = 0,037). Selain itu, terdapat korelasi positif yang kuat antara jam kerja harian dan kadar COHb (r = 0,661, p = 0,027). Kesimpulan: Pekerja bengkel di Kota Malang menunjukkan tingkat paparan CO yang tinggi, yang dapat berdampak pada peningkatan kadar COHb secara signifikan seiring bertambahnya usia dan lama bekerja. Upaya mitigasi dan penggunaan alat pelindung diri perlu ditingkatkan guna mengurangi risiko eksposur CO pada pekerja.

Pekerja bengkel di Kota Malang memiliki tingkat paparan karbon monoksida yang tinggi, menyebabkan kadar COHb meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia dan lama bekerja.Hubungan kuat antara tingkat COHb dengan jam kerja harian menegaskan pentingnya pencegahan risiko eksposur.Penanganan dan penggunaan alat pelindung diri harus diperkuat untuk melindungi kesehatan pekerja.

Penelitian selanjutnya dapat meninjau efektivitas program pelatihan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja bengkel, dengan mengevaluasi seberapa besar pengurangan kadar COHb setelah intervensi; memperluas studi ke bengkel di kota-kota berbeda untuk membandingkan variabilitas paparan COHb berdasarkan perbedaan kebijakan ventilasi ruangan; serta meneliti hubungan antara faktor psikososial, seperti stres kerja, dan tingkat paparan CO serta kadar COHb, untuk memahami dampak holistik terhadap kesehatan pekerja.

Read online
File size233.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test