UWKSUWKS

Jurnal Ilmiah Sosio AgribisJurnal Ilmiah Sosio Agribis

Permintaan daging sapi nasional yang meningkat tidak diimbangi produktivitas ternak lokal, sehingga penerapan teknologi reproduksi seperti Inseminasi Buatan (IB) menjadi krusial. Keberhasilan program IB bergantung pada persepsi dan penerimaan peternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi peternak terhadap implementasi IB berdasarkan tiga sifat inovasi: keunggulan relatif, kesesuaian, dan kompleksitas, serta implikasinya bagi penguatan program peternakan di Distrik Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian survei dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2025 dengan melibatkan 94 petani pengguna IB yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil menunjukkan persepsi peternak secara umum positif. Nilai skor keunggulan relatif (1.863) dan kesesuaian (1.193) termasuk tinggi, sedangkan skor kompleksitas (812) tergolong rendah, yang mengindikasikan bahwa IB dianggap menguntungkan, sesuai dengan kebutuhan, dan relatif mudah diterapkan. Implikasi studi ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan IB, pelatihan teknis berkelanjutan bagi peternak, serta penguatan kelembagaan kelompok tani untuk mendorong adopsi IB yang berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi peternak sapi potong di Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah terhadap program inseminasi buatan (IB) umumnya positif, dengan skor relative advantage sebesar 1.863 dengan kategori setuju, skor compatibility sebesar 1.193 dengan kategori sangat setuju dan skor complexity sebesar 812 dengan katrgori sangat setuju.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa aspek compatibility dan complexity merupakan aspek persepsi yang paling kuat, karena IB dinilai sesuai dengan kebutuhan, praktik pemeliharaan, serta nilai sosial yang berlaku, sekaligus dianggap mudah dipahami dan diterapkan oleh peternak.Pada aspek relative advantage meskipun termasuk dalam kategori positif namun masih menyisakan ruang perbaikan, terutama terkait persepsi kemudahan proses reproduksi dan ketergantungan terhadap layanan.Kontribusi penelitian ini adalah penyajian bukti empiris lokal mengenai aspek sosial-ekonomi adopsi IB di Kecamatan Pubian, yang melengkapi kajian teknis sebelumnya.Untuk merealisasikan manfaat IB, Dinas Peternakan kabupaten dan penyuluh disarankan memperkuat layanan lapangan, meningkatkan pelatihan teknis bagi peternak, dan mengokohkan peran kelompok tani.Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat memasukkan peternak non-pengguna IB untuk mengindetifikasi faktor penghambat adopsi secara lebih komprehensif.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan inseminator, termasuk menyediakan pelatihan teknis berkala. Selain itu, penting untuk memperkuat kegiatan penyuluhan dan sosialisasi manfaat IB berbasis kelompok tani, serta memberikan dukungan kelembagaan dan insentif bagi peternak yang rutin menggunakan IB. Pendekatan berbasis komunitas sangat relevan untuk kondisi peternakan pada Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian selanjutnya juga dapat memasukkan peternak non-pengguna IB untuk mengidentifikasi faktor penghambat adopsi secara lebih komprehensif, sehingga dapat dikembangkan strategi yang lebih efektif dalam mendorong adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan.

Read online
File size404.33 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test