UWKSUWKS

Jurnal Ilmiah Sosio AgribisJurnal Ilmiah Sosio Agribis

Sektor pertanian menghadapi banyak ancaman, termasuk perubahan iklim, bencana alam, fluktuasi harga dan produktivitas, serta kekurangan infrastruktur dan akses pasar. Semua hal ini mengancam pendapatan petani dan menghambat peran strategis pertanian dalam mengurangi kemiskinan pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko usahatani padi sawah pasang surut tipe luapan B dan untuk menganalisis dampak risiko pada penerimaan usahatani padi sawah di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan skor dan analisis penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah pasang surut air laut tipe luapan B di Desa Padang Baru Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur menghadapi risiko produksi dengan kategori risiko tinggi, dengan skor rata-rata 4,23. Risiko kerusakan tanaman padi yang menyebabkan kematian adalah 4,45 dengan kategori risiko tinggi, banyaknya hama dan penyakit adalah 4,36 dengan kategori risiko tinggi, dan rendahnya produksi adalah 3,86 dengan kategori risiko tinggi. Di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, usaha tani padi sawah menerima rata-rata Rp 13.538.636,36 per ha sebagai dampak risiko lahan pasang surut tipe luapan B.

Risiko pada usahatani padi sawah pasang surut air laut tipe luapan B di Desa Padang Baru Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur didominasi oleh risiko produksi dengan skor rata-rata 4,23, dimana kerusakan tanaman, hama, penyakit, dan rendahnya produksi semuanya berada dalam kategori risiko tinggi.Kondisi ini mengakibatkan penerimaan rata‑rata petani sebesar Rp 13.636,36 per hektar, menandakan dampak finansial yang signifikan.Oleh karena itu, upaya mitigasi risiko produksi menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Pertama, penelitian dapat meneliti efek penerapan teknologi irigasi adaptif yang memperhatikan kondisi pasang surut untuk mengurangi kerusakan tanaman dan hama. Kedua, studi selanjutnya dapat mengevaluasi peran asuransi agrikultur atau kredit mikro sebagai instrumen pengelolaan risiko finansial sehingga petani dapat mengatasi penurunan penerimaan. Ketiga, pemetaan dan analisis spasial risiko pangan di lahan pasang surut dapat dikembangkan untuk mendukung kebijakan daerah dalam menyediakan bantuan teknis dan subsidi bagi petani yang paling rentan. Semua saran tersebut membantu memperkuat ketahanan pertanian pesisir di Desa Padang Baru.

  1. PENGARUH MODAL, PENGALAMAN, JAM KERJA DAN HARGA KAKAO TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI TAMAN TEKNOLOGI... ojs.udb.ac.id/index.php/BISMAK/article/view/1180PENGARUH MODAL PENGALAMAN JAM KERJA DAN HARGA KAKAO TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI TAMAN TEKNOLOGI ojs udb ac index php BISMAK article view 1180
Read online
File size218.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test