AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA

Jurnal Kesehatan Bhakti HusadaJurnal Kesehatan Bhakti Husada

Latar Belakang: Tingginya angka bunuh diri dan keterlantaran pasien skizofrenia menunjukkan kurangnya dukungan keluarga, sementara itu psikoedukasi dibuktikan oleh peneliti sebelumnya efektif meningkatkan peran caregiver dalam perawatan non-farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas psikoedukasi terhadap dukungan caregiver pasien skizofrenia dalam pemberian dukungan keluarga. Metode: Penelitian menggunakan desain descripive multiple case study dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam (depth interview) dan observasi. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 5 partisipan caregiver pasien skizofrenia. Data dianalisis secara deskiptif kualitatif (case analysis dan cross case analysis). Hasil: Dukungan instrumental cukup optimal, dukungan informasional kurang efektif karena kendala komunikasi dan finansial, sedangkan dukungan emosional dan penghargaan diberikan dengan baik oleh keluarga yang dipengaruhi faktor merawat pasien lama. Kesimpulan: Psikoedukasi efektif direkomendasikan untuk menunjang dukungan keluarga yang lebih maksimal.

Penelitian menunjukkan mayoritas caregiver berusia 41‑60 tahun, berjenis kelamin laki‑laki, berpendidikan SMA, dan memiliki penghasilan kurang dari satu juta rupiah per bulan, serta memiliki hubungan keluarga kandung dengan pasien skizofrenia.Kendala utama dalam dukungan instrumental dan informasional disebabkan oleh keterbatasan waktu karena tuntutan pekerjaan serta kurangnya pengetahuan keluarga yang dipengaruhi usia caregiver, sedangkan dukungan emosional terhambat oleh rasa putus asa dan kurangnya ketulusan caregiver.Meskipun psikoedukasi dapat meningkatkan kesadaran, tetap diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut agar caregiver dapat memberikan dukungan yang optimal kepada pasien.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas cakupan sampel dengan melibatkan lebih banyak caregiver dari berbagai wilayah kerja UPTD Puskesmas serta rumah sakit jiwa, sehingga dapat menguji efektivitas psikoedukasi secara lebih representatif dan memungkinkan analisis perbandingan antar daerah. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengintegrasikan teknologi tele‑health dalam program psikoedukasi untuk mengevaluasi apakah penggunaan platform digital dapat meningkatkan dukungan informasional khususnya bagi caregiver berusia lanjut yang mengalami kesulitan memahami materi tradisional. Sebuah penelitian longitudinal juga penting untuk memantau perubahan beban caregiver dan tingkat kekambuhan pasien selama setidaknya satu tahun setelah intervensi, sehingga dapat menilai keberlanjutan manfaat psikoedukasi dalam jangka panjang. Penelitian berikutnya dapat meneliti faktor motivasi dan persepsi caregiver terhadap program psikoedukasi, guna mengidentifikasi hambatan psikologis yang mempengaruhi partisipasi aktif. Akhirnya, studi eksperimental dengan desain kontrol acak dapat dibandingkan antara psikoedukasi standar dan psikoedukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik keluarga, untuk menentukan pendekatan paling efektif dalam memperkuat dukungan emosional dan penghargaan.

  1. Pemahaman Caregiver Dalam Mengakses Layanan Kesehatan Di Komunitas Pada Orang Dengan Skizofrenia Yang... doi.org/10.55018/jakk.v2i1.18Pemahaman Caregiver Dalam Mengakses Layanan Kesehatan Di Komunitas Pada Orang Dengan Skizofrenia Yang doi 10 55018 jakk v2i1 18
Read online
File size224.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test