MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Latar Belakang: Sepsis puerperalis tetap menjadi kontributor utama kematian ibu, yang sering kali dipicu oleh kegagalan manajemen luka perineum pada fase nifas dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi asuhan nifas dini melalui integrasi personal hygiene dan perawatan luka perineum dalam mencegah komplikasi infeksi. Metode: yang digunakan adalah studi kasus deskriptif observasional dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney pada seorang ibu nifas 6 jam postpartum di Klinik Rizky, Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan observasi klinis menggunakan skala REEDA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi edukasi terstruktur dan manajemen nyeri efektif meningkatkan kemandirian subjek dalam perawatan mandiri, yang dibuktikan dengan capaian skor REEDA minimal (skor 1) pada akhir observasi. Integrasi antara kualitas pelayanan bidan dan fasilitas sanitasi yang adekuat terbukti memitigasi risiko infeksi serta mempercepat mobilisasi dini. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asuhan nifas dini yang integratif pada periode immediate postpartum merupakan strategi preventif krusial dalam menekan morbiditas maternal. Temuan ini merekomendasikan standardisasi protokol asuhan nifas berbasis kemandirian pasien di fasilitas kesehatan primer.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi asuhan nifas dini melalui integrasi personal hygiene dan perawatan luka perineum yang terstruktur secara signifikan mengoptimalkan proses pemulihan ibu.Intervensi yang berfokus pada 6 jam pertama postpartum mampu mentransformasikan perilaku ibu menjadi mandiri, dibuktikan dengan capaian skor REEDA minimal.Integrasi kualitas pelayanan bidan dan fasilitas sanitasi yang adekuat mempercepat efikasi diri ibu dalam perawatan luka dan mobilisasi dini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dilakukan pengembangan studi dengan desain eksperimental terkontrol (Randomized Controlled Trial) yang melibatkan populasi lebih besar untuk memvalidasi efektivitas model asuhan terintegrasi ini secara luas. Selanjutnya, riset lanjutan perlu mengevaluasi keberlanjutan praktik personal hygiene hingga masa nifas lanjut melalui pemantauan jarak jauh menggunakan teknologi mobile health. Selain itu, eksplorasi kualitatif mengenai hambatan sosiokultural dalam mendukung higiene pascapersalinan sangat diperlukan untuk menghasilkan intervensi yang lebih peka budaya, sehingga dapat menciptakan sistem deteksi dini komplikasi nifas yang lebih responsif dan akurat di masa mendatang. Penelitian lebih lanjut juga dapat difokuskan pada pengembangan aplikasi berbasis teknologi yang dapat membantu ibu memantau kondisi luka perineum secara mandiri dan memberikan edukasi berkelanjutan mengenai perawatan luka yang tepat. Terakhir, penting untuk menginvestigasi efektivitas intervensi berbasis komunitas yang melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan praktik personal hygiene yang baik pada ibu pascapersalinan.

  1. Asuhan Kebidanan Nifas Pada Ny. L Post Partum 6 Jam Dengan Pelaksanaan Personal Hygiene Dan Perawatan... jurnal.mitrahusada.ac.id/emj/article/view/366Asuhan Kebidanan Nifas Pada Ny L Post Partum 6 Jam Dengan Pelaksanaan Personal Hygiene Dan Perawatan jurnal mitrahusada ac emj article view 366
Read online
File size336.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test