UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor prediktif yang terkait dengan kerusakan kandung kemih yang terjadi setelah operasi spektrum placenta accreta. Bahan & Cara: Studi kohort retrospektif ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar pada periode 2020-2024. Wanita hamil dengan SPA yang menjalani histerektomi atau persalinan cesar dimasukkan ke dalam populasi studi. Usia, usia kehamilan, jumlah persalinan cesar sebelumnya, dan Skor placenta acreta index (PAI) dicatat. Analisis univariat dan multivariat dilakukan untuk membandingkan wanita dengan dan tanpa cedera kandung kemih operatif. Hasil: Sebanyak 112 wanita termasuk dalam studi ini. Insidensi cedera kandung kemih sebesar 10,7%. Pemeriksaan ultrasonografi praoperasi menunjukkan tingkat kesesuaian 84% dengan temuan bedah, yang mengonfirmasi diagnosis spektrum placenta accreta. Usia rata-rata wanita hamil dengan SPA adalah 33,71±4,66 tahun, dengan rentang usia paling umum 31-35 tahun (34,8%). Dalam analisis univariat, usia kehamilan, jumlah operasi cesar sebelumnya, dan skor indeks PAI yang mencakup derajat lacuna, ketebalan miometrium, dan pembuluh darah jembatan terkait dengan risiko cedera kandung kemih. Namun, jumlah operasi cesar sebelumnya dan ketebalan miometrium yang diukur oleh PAI menunjukkan hubungan yang signifikan dalam analisis multivariat. Simpulan: Kondisi PAS membawa risiko cedera kandung kemih selama operasi. Faktor prediktor yang terkait dengan cedera kandung kemih pada kasus SPA meliputi jumlah operasi cesar sebelumnya dan ketebalan miometrium dalam PAI.

Kondisi PAS membawa risiko cedera kandung kemih selama operasi.Faktor prediktor yang terkait dengan cedera kandung kemih pada kasus SPA meliputi jumlah operasi caesar sebelumnya dan ketebalan miometrium dalam PAI.

Berdasarkan temuan studi ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknik bedah yang lebih efektif untuk mengurangi risiko cedera kandung kemih pada pasien dengan PAS. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode imaging tambahan seperti MRI dalam memprediksi invasi plasenta secara lebih akurat. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memahami dampak jangka panjang dari cedera kandung kemih pada kualitas hidup pasien setelah operasi.

Read online
File size512.54 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test