UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan: Kami melaporkan kasus episode skrotum akut dalam waktu 4 hari. Sepengetahuan kami, ini adalah kasus epididimo-orkitis yang jarang terjadi dan berpotensi menyebabkan torsi testis. Laporan ini disusun sesuai dengan kriteria SCARE 2023. Presentasi Kasus: Kasus ini melibatkan seorang pria berusia 17 tahun dengan nyeri dan pembengkakan skrotum yang memburuk setelah trauma ringan, disertai demam yang hilang timbul. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran dan nyeri tekan testis kiri, serta tes Prehn negatif. Ultrasonografi Doppler menunjukkan penurunan aliran darah dan tanda pusaran air yang mengindikasikan torsi. Diskusi: Eksplorasi skrotum darurat mengkonfirmasi torsi korda spermatika 180 derajat dengan nekrosis testis parsial yang memerlukan orkiektomi dan orkidopeksi. Pasien pulih dengan lancar. Simpulan: Torsio testis memerlukan diagnosis dan intervensi segera untuk hasil yang optimal.

Manajemen skrotum akut memerlukan tingkat kecurigaan tinggi terhadap torsio testis, diagnosis segera, dan intervensi yang tepat untuk mencegah kerusakan testis.Perbedaan diagnosis antara epididimo-orkitis dan torsio testis memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan evaluasi klinis dan modalitas pencitraan untuk diagnosis akurat dan manajemen optimal.Dalam skenario yang disajikan, testis yang membesar akibat kondisi epididimo-orkitis dapat meningkatkan kemungkinan individu mengalami torsio testis.Oleh karena itu, penting bagi pasien dengan epididimo-orkitis untuk menerima konseling menyeluruh mengenai gejala yang perlu diwaspadai, serta pemantauan pasca-pemulangan dan tindak lanjut, karena situasi ini dapat berkembang menjadi torsio, di mana deteksi dini memainkan peran penting.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada mekanisme patofisiologi yang menghubungkan peradangan epididimis dengan risiko torsio testis, sehingga membantu mengidentifikasi faktor risiko spesifik. Selain itu, pengembangan alat diagnostik lebih awal berbasis pencitraan atau biomarker bisa meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus kompleks seperti ini. Terakhir, studi tentang alternatif terapi non-surgical untuk mengatasi torsio testis yang disebabkan oleh peradangan epididimis juga layak dieksplorasi, terutama untuk pasien dengan kondisi medis tertentu yang berisiko tinggi dari intervensi bedah.

Read online
File size1.23 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test