STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Penelitian ini bertujuan memahami makna istilah dhaīf dalam Al-Qurān berdasarkan Tafsīr Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuhaili serta bagaimana makna tersebut diaktualisasikan dan diaplikasikan secara praktis oleh Komunitas Yuk Hijrah Lampung. Dalam Al-Qurān sendiri terdapat 35 ayat dengan wazn berbeda mengenai term dhaīf, yakni wazn dhaif, wazn dhafu, dan wazn adh dhif. Penelitian ini mengadopsi desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan subjek dari Komunitas Yuk Hijrah Lampung, serta analisis ayat dengan menggunakan teori tafsīr maudhui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Al-Munīr memberikan landasan teologis dan konteks yang kuat untuk memahami bahwa istilah term dhaīf tidak hanya dimaknai sebatas lemah secara umum saja, melainkan dapat ditafsirkan lemah dalam aspek sosial maupun spiritual sesuai dengan konteks Al-Qurān, sementara Komunitas Yuk Hijrah Lampung tidak hanya memahami konsep kelemahan secara teoritis, tetapi mengaktualisasikannya melalui kelas hijrah, sharing time, dan kegiatan sosial. Berfungsi sebagai ruang pemulihan spiritual, komunitas ini mengubah kelemahan (dhaīf) menjadi motivator perubahan alih-alih tanda ketidakmampuan permanen. Dengan demikian, Komunitas Yuk Hijrah Lampung berhasil mentransformasi makna dhaīf dari Al-Qurān menjadi gerakan pembinaan yang praktis.

Penelitian ini menemukan bahwa istilah dhaīf dalam Al‑Quran memiliki makna multidimensional—spiritual, sosial, dan fisik—dan Tafsīr Al‑Munīr memberikan landasan teologis yang kuat untuk memahami kelemahan tersebut sebagai bagian hakikat manusia yang memerlukan bimbingan Allah.Komunitas Yuk Hijrah Lampung berhasil mengaktualisasikan makna dhaīf melalui program dakwah yang berjenjang, seperti kelas hijrah, sharing time, dan kegiatan sosial, sehingga mengubah kelemahan menjadi motivasi perubahan.Oleh karena itu, program dakwah bagi generasi muda sebaiknya dimulai dengan pengakuan kondisi dhaīf mereka, bukan menuntut kesempurnaan langsung.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbedaan penerapan konsep dhaīf pada komunitas pemuda Islam di provinsi lain di Indonesia, dengan membandingkan strategi dakwah dan hasilnya secara kualitatif (misalnya, bagaimana komunitas di Jawa Barat atau Sumatra menginterpretasikan dan mengaktualisasikan dhaīf). Kedua, sebuah studi kuantitatif dapat mengukur dampak program dakwah berbasis pendampingan emosional terhadap peningkatan ketahanan spiritual, frekuensi ibadah, dan kepuasan religius anggota Yuk Hijrah Lampung, menggunakan instrumen survei terstandardisasi sebelum dan sesudah intervensi. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan dan menguji platform digital yang mengintegrasikan ajaran Tafsir Al‑Munīr serta sesi sharing interaktif, untuk menilai apakah media digital dapat meningkatkan rasa pemberdayaan dan perubahan perilaku pada individu yang mengidentifikasi diri sebagai dhaīf dibandingkan dengan pendekatan tatap muka tradisional.

  1. Pembaharuan Nahwu menurut Shauqi Dhaif dan Ibrahim Musthafa | Roji | EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/ibtikar/article/view/6146Pembaharuan Nahwu menurut Shauqi Dhaif dan Ibrahim Musthafa Roji EL IBTIKAR Jurnal Pendidikan Bahasa syekhnurjati ac jurnal index php ibtikar article view 6146
  2. Konsep Mustadh’afin Dalam Kajian Tafsir Kontemporer (Studi Atas Tafsir Farid Esack) | Al-Kauniyah... doi.org/10.56874/alkauniyah.v2i2.707Konsep MustadhAoafin Dalam Kajian Tafsir Kontemporer Studi Atas Tafsir Farid Esack Al Kauniyah doi 10 56874 alkauniyah v2i2 707
  3. Kesehatan Jasmani dan Rohani Menurut Al-Qur’an dan Hadist | Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an,... doi.org/10.58401/takwiluna.v4i2.977Kesehatan Jasmani dan Rohani Menurut Al QurAoan dan Hadist TaAowiluna Jurnal Ilmu Al Quran doi 10 58401 takwiluna v4i2 977
Read online
File size557.5 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test