STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Pemeriksaan kesehatan di pedesaan sering menghadapi kendala akses dan manajemen yang kurang terarah, terutama di Desa Bongan, Tabanan, di mana prevalensi gangguan vital sign dan kadar gula darah tinggi kerap terabaikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pelayanan melalui pendekatan manajemen keperawatan yang mencakup pemeriksaan Tensi-Temperatur-Nadi (TTV), skrining gula darah, serta pemberian vitamin kepada warga desa. Metode pelaksanaan melibatkan perencanaan partisipatif dengan puskesmas, pelaksanaan layanan di SD Negeri 3 Bongan selama tiga hari (04-06 Juli 2025), dan evaluasi pasca-kegiatan via wawancara singkat. Hasil menunjukkan 80 peserta terlayani, dengan TTV abnormal pada 35 peserta hipertensi dengan hasil tekanan darah 150/70 mmHg-180/80 mmHg, gula darah >126 mg/dL pada 23 peserta, dan 100% vitamin tersalurkan, serta dilakukannya edukasi mengenai penyakit hipertensi dan diabetes militus. Pendekatan ini terbukti efektif membangun kesadaran kesehatan masyarakat tentang penyakit hipertensi dan diabetes militus.

Pendekatan manajemen keperawatan berhasil mengoptimalkan layanan kesehatan TTV, gula darah, dan vitamin di Desa Bongan, serta mendeteksi dini 35 kasus hipertensi dan 23 kasus gula darah di atas rentang normal.Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai penyakit hipertensi dan diabetes melitus, serta pentingnya pencegahan dan pengobatan.Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan di masyarakat yang lebih luas untuk dampak kesehatan yang lebih signifikan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pemberdayaan kader kesehatan di tingkat banjar dapat meningkatkan kemandirian dalam pemantauan tekanan darah dan gula darah secara rutin dalam jangka panjang. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan edukasi gizi lokal berbasis masakan tradisional rendah garam terhadap perubahan perilaku masyarakat petani di pedesaan. Ketiga, perlu dikaji apakah model layanan kesehatan mobile berbasis manajemen keperawatan dengan jadwal berkala dapat meningkatkan partisipasi laki-laki dan kelompok usia produktif yang saat ini masih rendah. Studi lanjutan dapat meneliti pengaruh pelatihan keterampilan skrining kepada kader terhadap keberlanjutan deteksi dini di luar kegiatan pengabdian. Selain itu, perlu dikembangkan sistem rujukan sederhana dari desa ke puskesmas untuk kasus temuan abnormal. Penelitian juga bisa mengeksplorasi motivasi dan hambatan partisipasi warga laki-laki agar strategi layanan lebih inklusif. Dengan mengembangkan model layanan yang berkelanjutan, hasil deteksi dini dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pengukuran dampak jangka panjang terhadap penurunan angka kejadian komplikasi hipertensi dan diabetes juga perlu menjadi fokus kajian selanjutnya. Integrasi sistem data kesehatan sederhana antar desa dan puskesmas bisa menjadi solusi pemantauan kolektif. Semua ini dapat membentuk sistem pencegahan penyakit tidak menular yang lebih kuat di tingkat komunitas.

Read online
File size236.56 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test