STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah lima tahun, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, ISPA masih memberikan kontribusi signifikan terhadap beban penyakit pada balita. Salah satu faktor kritis yang memengaruhi insidensi ISPA adalah tingkat pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan deteksi dini gejala. Tujuan: Studi ini bertujuan menentukan hubungan antara pengetahuan orang tua dengan insidensi ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Metode: Studi ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Total responden sebanyak 77 orang dipilih menggunakan teknik sampling accidental, terdiri dari orang tua dengan balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan orang tua dan insidensi ISPA pada anak mereka. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil: Studi menemukan bahwa 70,1% orang tua memiliki pengetahuan rendah tentang ISPA, dan 71,4% balita pernah mengalami ISPA. Uji korelasi menunjukkan hubungan negatif sangat signifikan antara pengetahuan orang tua dan insidensi ISPA (p = 0,001; r = -0,906), menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan berkorelasi dengan penurunan insidensi ISPA. Kesimpulan: Terdapat hubungan invers yang signifikan antara pengetahuan orang tua dan insidensi ISPA pada balita. Peningkatan pengetahuan orang tua melalui edukasi kesehatan dapat membantu mengurangi beban ISPA pada anak-anak.

Terdapat hubungan invers yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dan insidensi ISPA pada balita.Orang tua dengan pengetahuan rendah cenderung memiliki anak dengan risiko lebih tinggi mengalami ISPA.Peningkatan pengetahuan orang tua melalui edukasi kesehatan diperlukan untuk mengurangi beban ISPA pada anak-anak.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi metode edukasi yang lebih efektif dan dampak faktor sosial ekonomi terhadap pengetahuan orang tua.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program edukasi digital, seperti aplikasi kesehatan atau media sosial, dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang ISPA. Selain itu, penting untuk mengkaji peran tenaga kesehatan masyarakat dalam menyebarkan informasi pencegahan ISPA secara lebih luas. Penelitian juga bisa fokus pada pengaruh faktor sosial ekonomi, seperti pendidikan orang tua atau akses layanan kesehatan, terhadap tingkat pengetahuan dan kebiasaan pencegahan ISPA. Dengan memahami variabel-variabel ini, strategi intervensi yang lebih tepat dan inklusif dapat dirancang untuk mengurangi insidensi ISPA pada balita.

  1. jurnal keperawatan komprehensif. vol jurnal keperawatan komprehensif nursing journal doi https jkk v11i3... journal.stikep-ppnijabar.ac.id/jkk/issue/view/35jurnal keperawatan komprehensif vol jurnal keperawatan komprehensif nursing journal doi https jkk v11i3 journal stikep ppnijabar ac jkk issue view 35
Read online
File size337.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test