PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujui oleh Pemerintah. Setiap catatan dalam rekam medis harus memuat identitas profesional pemberi asuhan (PPA) yang jelas, termasuk nama lengkap dan tanda tangan, serta tanggal dan waktu penulisan catatan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengisian identitas PPA pada berkas rekam medis berdasarkan standar akreditasi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan berjumlah enam orang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudah terdapat Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pengisian identitas PPA, masih ditemukan berkas rekam medis yang tidak lengkap, seperti hanya mencantumkan tanda tangan tanpa nama jelas serta tanggal dan waktu yang tidak diisi. Berkas yang tidak lengkap dikembalikan ke unit terkait untuk diperbaiki, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu kerja PPA dalam pengisian berkas rekam medis. Kesimpulannya, pengisian identitas PPA belum sepenuhnya sesuai dengan SOP yang ada, sehingga perlu dilakukan monev secara berkala, serta pelatihan bagi seluruh PPA agar tercipta kelengkapan dokumentasi rekam medis yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Haji Medan terkait pencatatan rekam medis, dapat disimpulkan beberapa hal berikut.Pencantuman Identitas oleh PPA (Profesional Pemberi Asuhan) telah dilakukan, namun belum sepenuhnya konsisten dan lengkap.Kendala utama adalah kurangnya SOP yang merata dan konsisten untuk seluruh profesi, serta beban kerja yang tinggi.Pencatatan Tanggal dan Waktu telah dipahami penting oleh seluruh informan.Namun dalam praktiknya, masih ditemukan kekurangan pengisian.Sistem elektronik (SIMRS) membantu pencatatan otomatis, namun pada sistem manual kesalahan masih mungkin terjadi, dan belum semua kesalahan ditindaklanjuti sesuai prosedur.Kebijakan dan Prosedur Koreksi, prosedur koreksi baik pada rekam medis manual maupun elektronik telah diketahui dan diterapkan berdasarkan teori umum, seperti mencoret satu garis dan memberikan paraf.Namun, belum terdapat SOP tertulis dan formal pada koreksi berkas rekam medis elektronik.Pemantauan dan Evaluasi (Monev), kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pengisian identitas rekam medis belum berjalan optimal.Beberapa unit telah melakukannya secara berkala, namun belum ada sistem evaluasi yang terstandar secara rumah sakit.Tanggung jawab audit juga belum jelas dan cenderung dilakukan oleh bagian administratif, bukan unit mutu atau klinis.

Untuk meningkatkan kepatuhan dan konsistensi dalam pengisian identitas profesional pemberi asuhan (PPA) pada berkas rekam medis, perlu dilakukan pelatihan dan sosialisasi yang komprehensif bagi seluruh PPA. Pelatihan ini dapat mencakup pemahaman tentang pentingnya pencantuman identitas yang lengkap, termasuk nama, tanda tangan, dan tanggal/waktu penulisan. Selain itu, pelatihan juga dapat membahas tentang prosedur koreksi yang tepat untuk berkas rekam medis elektronik dan non-elektronik, serta pentingnya mengikuti prosedur tersebut secara konsisten. Selain itu, penting untuk mengembangkan dan menerapkan sistem evaluasi yang terstandar secara rumah sakit. Sistem ini dapat mencakup penugasan tanggung jawab audit kepada unit mutu atau klinis, bukan hanya bagian administratif. Dengan demikian, evaluasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan sistematis, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk perbaikan berkelanjutan. Terakhir, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen seluruh tenaga kesehatan terhadap pentingnya kelengkapan dan akurasi data dalam rekam medis. Hal ini dapat dicapai melalui kampanye kesadaran, pemberian insentif, atau bahkan penerapan sistem reward and punishment yang jelas dan adil.

  1. Pengisian Identitas Profesional Pemberi Asuhan pada Berkas Rekam Medis Berdasarkan Standar Akreditasi... doi.org/10.57214/jasira.v3i4.255Pengisian Identitas Profesional Pemberi Asuhan pada Berkas Rekam Medis Berdasarkan Standar Akreditasi doi 10 57214 jasira v3i4 255
  2. PENGARUH PENULISAN FORMULIR CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI TERHADAP MIRM 13.3 DI KOTA BANDUNG... doi.org/10.31850/makes.v4i3.1010PENGARUH PENULISAN FORMULIR CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI TERHADAP MIRM 13 3 DI KOTA BANDUNG doi 10 31850 makes v4i3 1010
  3. Login | MEJORA Medical Journal Awatara. mejora medical journal awatara index publisher arora kreatif... doi.org/10.61434/mejora.v2i4.262Login MEJORA Medical Journal Awatara mejora medical journal awatara index publisher arora kreatif doi 10 61434 mejora v2i4 262
  4. ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS GAWAT DARURAT BERDASARKAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH... jurnal.permataindonesia.ac.id/index.php/JPI/article/view/171ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS GAWAT DARURAT BERDASARKAN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH jurnal permataindonesia ac index php JPI article view 171
Read online
File size790.59 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test