STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Latar belakang: Dukungan perawatan mandiri dan manajemen nyeri secara efektif merupakan elemen kritis dalam praktik perawatan di lingkungan rawat jalan. Meskipun pentingnya, model perawatan terstruktur yang bertujuan meningkatkan perilaku perawatan mandiri di kalangan pasien dengan nyeri masih kurang dimanfaatkan di banyak lingkungan rawat jalan. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Model Perawatan Keperawatan Rawat Jalan Inayah (IONC) dalam meningkatkan kemampuan perawatan mandiri di antara pasien yang mengalami nyeri di lingkungan rawat jalan rumah sakit. Metode: Pendekatan quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan. Studi dilakukan di sebuah rumah sakit umum rawat jalan di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Total 200 pasien dipilih melalui sampling tujuan, dengan 100 peserta di kelompok intervensi dan 100 di kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima perawatan berdasarkan Model IONC, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan rawat jalan standar. Dampak terhadap perawatan mandiri diukur menggunakan uji t berpasangan untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Peserta yang menerima perawatan berdasarkan Model IONC menunjukkan peningkatan statistik signifikan dalam kemampuan perawatan mandiri untuk manajemen nyeri (p = 0,0001). Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,172). Perbedaan signifikan juga terlihat antara skor pasca-uji kedua kelompok (p = 0,0001), menunjukkan efektivitas model tersebut. Kesimpulan: Model IONC menunjukkan potensi kuat dalam meningkatkan perawatan mandiri di antara pasien rawat jalan yang mengalami nyeri. Mengintegrasikan model ini ke dalam praktik perawatan rutin dapat meningkatkan hasil kesehatan di lingkungan rawat jalan.

Model IONC menunjukkan potensi kuat dalam meningkatkan perawatan mandiri di antara pasien rawat jalan yang mengalami nyeri.Integrasi model ini ke dalam praktik perawatan rutin dapat meningkatkan hasil kesehatan di lingkungan rawat jalan.Meskipun ada peningkatan signifikan, beberapa aspek perawatan mandiri seperti pengenalan kapan harus kembali ke rumah sakit masih memerlukan penekanan lebih lanjut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang Model IONC dengan kunjungan follow-up berkala untuk memastikan pemeliharaan kemampuan perawatan mandiri. Selain itu, penelitian baru bisa mengkaji integrasi teknologi digital seperti aplikasi mobile atau platform tele-nursing untuk meningkatkan akses dan keberlanjutan intervensi manajemen nyeri. Terakhir, studi tentang adaptasi budaya Model IONC di berbagai wilayah geografis dapat membantu memperluas penerapannya secara universal. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat efektivitas model tetapi juga memastikan responsivitas terhadap kebutuhan lokal pasien rawat jalan. Penelitian tentang hubungan antara pendidikan khusus perawat dan efektivitas Model IONC juga penting untuk memperbaiki kapasitas perawat dalam memandu pasien. Selain itu, evaluasi terus-menerus terhadap kebijakan rumah sakit dalam penerapan model ini dapat mengidentifikasi hambatan struktural yang memengaruhi implementasi. Penelitian tentang efisiensi biaya model IONC dibandingkan pendekatan tradisional juga relevan untuk memastikan keberlanjutan. Dengan menggabungkan teknologi, pendidikan perawat, dan adaptasi budaya, penelitian lanjutan dapat memperkaya kontribusi Model IONC dalam perawatan mandiri di lingkungan rawat jalan.

  1. jurnal keperawatan komprehensif. vol jurnal keperawatan komprehensif nursing journal doi https jkk v11i3... journal.stikep-ppnijabar.ac.id/jkk/issue/view/35jurnal keperawatan komprehensif vol jurnal keperawatan komprehensif nursing journal doi https jkk v11i3 journal stikep ppnijabar ac jkk issue view 35
Read online
File size351.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test