STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Kecemasan sering menjadi masalah pada mahasiswi tingkat akhir karena beban tugas yang dihadapinya. Kecemasan yang berlebihan akan membuat seseorang mahasiswi mengalami masalah dalam menstruasi, salah satunya adalah pre menstrual sindrom (PMS). Tujuan penelitian mengidentifiasi hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian pre menstruasi sindrom (PMS) pada mahasiswi S1 keperawatan tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilaksanakan tanggal 17-22 April 2017. Jenis penelitian observasional, desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan instrument penelitian berupa kuesioner. Populasi penelitian seluruh mahasiswi tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung sejumlah 66 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 40 orang. Variabel independent tingkat kecemasan mahasiswi, variabel dependent pre menstruasi sindrom. Data dianalisis dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 22 responden (55%) dan sebagian besar responden tidak mengalami PMS, yaitu sebanyak 30 responden (75%). Uji statistik Spearman Rho didapatkan P Value = 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima, yang berarti ada hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian pre menstruasi sindrom (PMS) pada mahasiswi S1 keperawatan tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Kabupaten Tulungagung tahun 2017. Kecemasan yang dialami mahasiswa akan mengganggu keseimbangan hormone estrogen dan progesterone menyebabkan terjadinya PMS.

Hasil uji statistik spearman rho dengan signifikan 0,05 menghasilkan nilai P Value = 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian pre menstruasi sindrom (PMS) pada mahasiswi S1 keperawatan tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Kabupaten Tulungagung tahun 2017.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang terkait dengan PMS, seperti faktor genetik atau riwayat PMS pada ibu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak PMS terhadap kualitas hidup dan produktivitas mahasiswi, serta strategi penanganan yang efektif. Ketiga, studi komparatif antara mahasiswi dengan dan tanpa PMS dapat dilakukan untuk memahami perbedaan pola menstruasi dan tingkat kecemasan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami dan menangani masalah PMS pada mahasiswi.

  1. HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI | Jurnal... doi.org/10.33023/jikeb.v4i2.161HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Jurnal doi 10 33023 jikeb v4i2 161
Read online
File size190.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test