MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh anak sekolah dan berdampak terhadap kegiatan siswa. Kejadian karies gigi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya makanan dan perilaku membersihkan gigi yang dilakukan oleh anak. Membersihkan gigi sering dilakukan oleh anak namun waktu yang tepat untuk menggosok gigi pada malam hari masih belum dijalankan oleh anak dimana salah satunya dipengaruhi oleh dukungan orangtua dan guru. Pencegahan karies gigi perlu dilakukan sejak dini, karena hal ini akan menentukan kesehatan gigi pada lanjut usia. Edukasi karies gigi sebagai salah satu bentuk promkes yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku anak dalam mencegah karies gigi. Metode: Metode dilakukan dengan memberikan pendidikan dan demonstrasi gosok gigi kepada kelompok anak TK. Kegiatan dilakukan di TK ABA Patukan Gamping Sleman pada 8-12 Agustus 2022 dengan melibatkan sebanyak 24 siswa. Hasil: Rerata pengetahuan siswa TK tentang pencegahan karies sebelum diberikan edukasi kesehatan 82,81 dan sesudah diberikan edukasi menjadi 95,31. Mayoritas siswa juga mampu mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar.

Terdapat peningkatan pengetahuan peserta terhadap pencegahan karies dengan rerata peningkatan skor sebesar 12,5 dan siswa juga dapat memperagakan kembali cara menggosok gigi yang benar.Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selesai diharapkan siswa dapat mempraktikkan cara menyikat gigi dan waktu yang benar untuk menggosok gigi dengan melibatkan pendampingan orangtua di rumah dan guru di sekolah.Diharapkan guru dapat menyampaikan ulang terkait dengan materi pencegahan karies dan sekolah dapat memfasilitasi praktik menggosok gigi di sekolah menyesuaikan dengan agenda kegiatan rutin sekolah sehingga promosi kesehatan di sekolah dapat terwujud.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek jangka panjang dari program edukasi karies gigi terhadap kebiasaan menyikat gigi anak TK, dengan mengukur perubahan perilaku dan kejadian karies selama setidaknya satu tahun setelah intervensi. Selain itu, studi komparatif antara metode demonstrasi menggunakan manikin gigi dan pendekatan berbasis multimedia (video interaktif) dapat mengidentifikasi strategi pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak pada usia dini. Selanjutnya, penyelidikan mengenai peran aktif orangtua dalam mendukung praktik menyikat gigi di rumah, termasuk faktor motivasi dan hambatan, akan memberikan wawasan penting untuk merancang program pendampingan keluarga yang berkelanjutan dan berkontribusi pada penurunan prevalensi karies gigi pada anak usia prasekolah.

  1. HUBUNGAN FREKUENSI MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA DI TKIT B MUTIARA HATI KLATEN... ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/328HUBUNGAN FREKUENSI MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA DI TKIT B MUTIARA HATI KLATEN ejurnal stikeseub ac index php jkeb article view 328
  2. EDUKASI KARIES GIGI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK TK | JURNAL ABDI MERCUSUAR. edukasi... jurnal.mercubaktijaya.ac.id/jam/en/article/view/429EDUKASI KARIES GIGI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK TK JURNAL ABDI MERCUSUAR edukasi jurnal mercubaktijaya ac jam en article view 429
  3. African Journal of Microbiology Research - etiology and microbiology of periodontal diseases: a review.... doi.org/10.5897/AJMR2015.7609African Journal of Microbiology Research etiology and microbiology of periodontal diseases a review doi 10 5897 AJMR2015 7609
Read online
File size758.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test