UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi antibakteri alternatif berbasis bahan alam, salah satunya ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif, metode uji, konsentrasi optimal, daya hambat, dan kategori aktivitas antibakteri ekstrak daun kitolod terhadap berbagai bakteri patogen melalui literatur review terhadap artikel ilmiah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positif maupun Gram negatif. Daya hambat tertinggi diperoleh terhadap Streptococcus pyogenes (23,83 mm) dan Staphylococcus epidermidis (23,69 mm), keduanya berkategori kuat, sementara nilai MIC dan MBC yang setara pada konsentrasi 15% mengkonfirmasi sifat bakterisidal ekstrak. Aktivitas terbaik dominan dicapai melalui metode difusi agar pada konsentrasi 30–90%. Ekstrak daun kitolod berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka dalam berbagai sediaan, meskipun uji in vivo dan klinis masih diperlukan.

Presl) terbukti memiliki aktivitas antibakteri berspektrum luas terhadap 12 spesies bakteri patogen melalui senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, dengan daya hambat tertinggi terhadap Streptococcus pyogenes (23,83 mm) dan Staphylococcus epidermidis (23,69 mm) berkategori kuat, serta sifat bakterisidal yang dikonfirmasi dari nilai MIC dan MBC yang setara pada konsentrasi 15%.Aktivitas optimal dicapai pada konsentrasi 30–90% melalui metode difusi agar, dan keberhasilan formulasi dalam sediaan gel, krim, serta handsanitizer memperkuat potensinya sebagai fitofarmaka topikal berbasis herbal.Ke depan, standardisasi metode pengujian, pelaporan MIC/MBC yang konsisten, serta pengujian in vivo dan uji klinis pada manusia masih sangat diperlukan untuk memvalidasi efektivitas dan keamanan klinis kitolod sebelum dapat direkomendasikan secara resmi dalam terapi infeksi bakteri.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan formulasi kitolod dengan kombinasi senyawa aktif dari sumber alam lain untuk meningkatkan efektivitas antibakteri secara sinergis. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi kitolod sebagai agen antimikroba dalam sediaan topikal untuk infeksi kulit invasif, seperti infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus. Terakhir, penelitian tentang efek jangka panjang dan toksisitas ekstrak kitolod pada manusia perlu dilakukan untuk memastikan keamanannya sebelum aplikasi klinis.

  1. Phytochemical Screening and Antibacterial Activity Test of Rice Bran Ethanol Extract (Oryza sativa L.)... journal-jps.com/new/index.php/jps/article/view/907Phytochemical Screening and Antibacterial Activity Test of Rice Bran Ethanol Extract Oryza sativa L journal jps new index php jps article view 907
Read online
File size401 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test