IPBIPB

JURNALTINJURNALTIN

Banyak industri tahu skala kecil masih bergantung pada sistem produksi manual, yang seringkali mengharuskan pekerja melakukan gerakan berulang, mengangkat beban berat, dan mempertahankan postur tubuh yang tidak nyaman dalam waktu lama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal dan kelelahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keluhan muskuloskeletal, risiko postur kerja, dan beban kerja fisik di antara pekerja industri tahu skala kecil, serta mengembangkan proposal perbaikan ergonomis untuk sistem produksi yang ada. Penelitian ini dilakukan di lima industri tahu skala kecil di Kota Cilegon yang melibatkan 13 pekerja yang terlibat dalam aktivitas produksi utama, termasuk mencuci kedelai, penggilingan, pengolahan, penyaringan, penekanan, pemotongan, dan pengemasan. Keluhan muskuloskeletal diidentifikasi menggunakan Nordic Body Map (NBM), risiko postur kerja dievaluasi menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), dan beban kerja fisik diukur berdasarkan Cardiovascular Load (%CVL). Hasil NBM menunjukkan bahwa pekerja umumnya melaporkan ketidaknyamanan di bagian punggung bawah, bahu, lengan, pergelangan tangan, dan kaki. Beberapa aktivitas produksi menunjukkan skor RULA tinggi yaitu 6-7, terutama tugas yang melibatkan membungkuk, menjangkau, mengangkat, dan gerakan berulang pada anggota tubuh atas, menunjukkan bahwa tindakan korektif sangat diperlukan. Rata-rata %CVL adalah 37,15%, yang masuk dalam kategori beban kerja sedang. Berdasarkan temuan ini, diusulkan lantai produksi multilayer sebagai perbaikan ergonomis untuk mengurangi membungkuk berlebihan, mengangkat secara manual, dan postur kerja yang tidak netral. Desain yang diusulkan belum diterapkan di tempat kerja; namun, dievaluasi melalui penilaian postur ulang, menunjukkan potensi penurunan skor RULA menjadi 2-3 untuk semua aktivitas utama. Hasil ini menunjukkan bahwa perancangan ulang ergonomis dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pekerja sambil mendukung industri tahu skala kecil yang lebih berkelanjutan.

Studi ini menunjukkan bahwa sistem kerja di industri tahu skala kecil masih didominasi oleh aktivitas manual yang memaparkan pekerja pada risiko ergonomis dan beban kerja fisik sedang.Hasil Nordic Body Map menunjukkan bahwa keluhan muskuloskeletal terutama terkonsentrasi di bagian punggung bawah, pinggang, bahu, dan lengan atas.Penilaian RULA menunjukkan bahwa beberapa workstation utama memerlukan tindakan korektif karena postur tubuh yang tidak nyaman, gerakan berulang, dan penanganan material secara manual.Selain itu, hasil %CVL mengonfirmasi bahwa pekerjaan melibatkan usaha fisik yang berkelanjutan, yang dapat menyebabkan kelelahan jika tidak dikelola dengan baik.Perbaikan ergonomis yang diusulkan, khususnya lantai produksi multilayer dan penyesuaian tata letak kerja, menunjukkan potensi penurunan risiko postur berdasarkan hasil penilaian ulang.Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan ergonomis sederhana, berbasis lapangan dapat membantu meningkatkan postur kerja, mengurangi ketegangan muskuloskeletal, dan meningkatkan kenyamanan pekerja tanpa memerlukan investasi teknologi besar.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan memperluas cakupan lokasi studi dan meningkatkan jumlah industri tahu skala kecil untuk memperoleh gambaran yang lebih representatif tentang risiko ergonomis. Studi selanjutnya harus mengintegrasikan penilaian ergonomis dengan analisis produktivitas, waktu siklus, dan efisiensi energi untuk mengevaluasi dampak intervensi ergonomis secara lebih komprehensif. Selain itu, akurasi penilaian postur kerja dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknologi ergonomis berbasis aplikasi seperti motion capture sederhana atau analisis biomekanik. Penelitian masa depan diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan model ergonomis terapan berkelanjutan di industri agro-makanan skala kecil.

  1. ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI TAHU... doi.org/10.36568/gelinkes.v20i1.10ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI TAHU doi 10 36568 gelinkes v20i1 10
  2. PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT DI PT YZ | Jurnal Teknologi Industri Pertanian.... doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2022.32.1.1PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT DI PT YZ Jurnal Teknologi Industri Pertanian doi 10 24961 j tek ind pert 2022 32 1 1
  3. KAJIAN PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI TAHU (Studi Kasus pada Beberapa Industri Tahu di... doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2022.32.2.107KAJIAN PELUANG PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI TAHU Studi Kasus pada Beberapa Industri Tahu di doi 10 24961 j tek ind pert 2022 32 2 107
  4. Improved Warehousing Performance Using the Frazelle Model in Pharmacies During a Covid-19 Pandemic |... journals.ums.ac.id/index.php/jiti/article/view/17182Improved Warehousing Performance Using the Frazelle Model in Pharmacies During a Covid 19 Pandemic journals ums ac index php jiti article view 17182
Read online
File size426.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test