BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Warna bunga krisan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, terutama melalui jalur biosintesis dan degradasi pigmen antosianin. Tinjauan pustaka ini menyatukan temuan dari tahun 2015 hingga 2025, dengan fokus pada efek suhu di bawah kondisi lapang terbuka dan lingkungan terkendali (rumah kaca). Suhu yang tinggi (≥30 °C) telah terbukti menghambat biosintesis antosianin dan mempercepat degradasi pigmen, menyebabkan warna petal memudar. Sebaliknya, suhu yang lebih rendah mendorong akumulasi pigmen, menghasilkan warna bunga yang lebih cerah dan lebih tahan lama. Respons yang tergantung pada suhu ini bervariasi di antara kultivar dan dipengaruhi oleh tahap perkembangan serta interaksi dengan intensitas cahaya, kelembaban relatif, dan status nutrisi. Budidaya di rumah kaca menawarkan potensi mitigasi, tetapi menuntut regulasi mikroiklim yang terintegrasi. Pendekatan omik, termasuk transkriptomik dan metabolomik, menjanjikan dalam mengungkap mekanisme genetik yang mengatur warna bunga. Secara paralel, penerapan teknologi cerdas seperti Internet of Things (IoT) dan sistem prediksi yang didorong oleh data besar dapat mendukung praktik budidaya presisi. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk mengoptimalkan sistem produksi florikultura berbasis krisan yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Suhu lingkungan memainkan peran kritis dalam menentukan kualitas warna bunga krisan dengan mengatur biosintesis dan degradasi antosianin.Suhu tinggi menekan ekspresi gen biosintesis dan mempercepat degradasi pigmen, menyebabkan warna bunga memudar, sedangkan suhu yang lebih rendah meningkatkan akumulasi pigmen dan meningkatkan intensitas warna.Respons yang tergantung pada suhu ini sangat bergantung pada faktor genetik, tahap perkembangan, dan interaksi dengan elemen lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembaban relatif, dan ketersediaan nutrisi.Variasi yang diamati di antara kultivar menekankan kebutuhan akan pemilihan varietas yang tepat dan strategi budidaya yang spesifik lokasi.Sistem lingkungan terkendali, seperti rumah kaca, menawarkan keuntungan dalam mempertahankan warna bunga yang stabil, terutama ketika terintegrasi dengan teknologi efisiensi energi dan regulasi mikroiklim.Pendekatan multidisiplin, yang menggabungkan pemuliaan berbasis omik untuk ketahanan termal dan integrasi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan, muncul sebagai jalur strategis menuju pengembangan sistem produksi florikultura presisi, adaptif, dan berkelanjutan di era perubahan iklim.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh antara budidaya lapang terbuka dan rumah kaca, tidak hanya dari segi atribut visual, tetapi juga melalui analisis molekuler dan profil metabolit untuk pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian yang berfokus pada interaksi sinergis antara suhu, intensitas cahaya, dan status nutrisi terhadap ekspresi gen pengatur pigmen sangat penting untuk mendukung pengembangan kultivar krisan yang lebih tahan terhadap stres dan teknologi budidaya adaptif. Terakhir, kolaborasi lintas disiplin yang mencakup fisiologi tumbuhan, bioteknologi, dan teknologi digital dapat menjadi kerangka kerja mendasar untuk membangun sistem florikultura tropis yang tangguh dan berkelanjutan.

  1. Performance Parameters Optimization of a Three-Row Pneumatic Precision Metering Device for Brassica chinensis.... doi.org/10.3390/agronomy12051011Performance Parameters Optimization of a Three Row Pneumatic Precision Metering Device for Brassica chinensis doi 10 3390 agronomy12051011
  2. Floral Response to Heat: A Study of Color and Biochemical Adaptations in Purple Chrysanthemums. floral... doi.org/10.3390/plants13131865Floral Response to Heat A Study of Color and Biochemical Adaptations in Purple Chrysanthemums floral doi 10 3390 plants13131865
Read online
File size373.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test