BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Stroke dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dalam bentuk gangguan kognitif. Insiden gangguan kognitif meningkat tiga kali lipat setelah stroke, dan biasanya melibatkan gangguan kemampuan visuospasial, memori, orientasi, bahasa, perhatian, dan fungsi eksekutif. Studi ini menggunakan metode cross-sectional. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif (univariate), diikuti dengan uji chi-square untuk analisis bivariat, dan regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat. Sampel yang diperoleh berjumlah 110 sampel, terdiri dari 72 pria (65%) dan 38 wanita (34,5%), dengan kelompok usia terbanyak 51-60 tahun sebanyak 36 pasien (32,7%). 75 pasien (68,2%) mengalami gangguan kognitif (MoCA < 26) dan 35 pasien (31,8%) tidak mengalami gangguan kognitif (MoCA ≥ 26). Analisis bivariat menemukan bahwa hipertensi (OR: 1,02; CI: 0,70-1,49; p: 0,823) tidak mempengaruhi terjadinya gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke. Analisis multivariat menemukan bahwa onset stroke berulang, jumlah lesi, lesi parietal, dan lesi temporal terkait dengan gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke iskemik. Hipertensi tidak terkait dengan gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke.

Hipertensi tidak terkait dengan gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke iskemik.Gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke iskemik dengan hipertensi adalah masalah multifactorial.Meskipun hipertensi adalah faktor risiko utama untuk stroke, secara teoritis dan klinis, lokasi dan jumlah lesi otak, riwayat stroke, dan kondisi komorbid lainnya memainkan peran signifikan dalam memperburuk gangguan kognitif.Oleh karena itu, pendekatan multifactorial dan komprehensif diperlukan dalam pengelolaan pasien ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki hubungan antara hipertensi dan gangguan kognitif pada pasien pasca-stroke iskemik. Penelitian ini dapat fokus pada efek jangka panjang hipertensi terhadap fungsi kognitif, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif untuk mencegah atau mengurangi gangguan kognitif pada pasien ini. Selain itu, studi komparatif yang membandingkan efek hipertensi dan faktor risiko lainnya pada gangguan kognitif pasca-stroke dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang manajemen komprehensif pasien ini. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi peran terapi kognitif dan rehabilitasi dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien pasca-stroke iskemik dengan hipertensi dapat memberikan kontribusi penting untuk perawatan klinis mereka.

  1. COGNITIVE FUNCTIONAL IMPAIRMENT IN POST-ISCHEMIC STROKE PATIENTS WITH HYPERTENSION | International Journal... bajangjournal.com/index.php/IJSS/article/view/11001COGNITIVE FUNCTIONAL IMPAIRMENT IN POST ISCHEMIC STROKE PATIENTS WITH HYPERTENSION International Journal bajangjournal index php IJSS article view 11001
  2. HUBUNGAN SIKAP DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA AKSEPTOR... doi.org/10.53625/jirk.v4i8.9413HUBUNGAN SIKAP DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA AKSEPTOR doi 10 53625 jirk v4i8 9413
Read online
File size332.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test