UMLAUMLA

Journal of Elementary EducationJournal of Elementary Education

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam Revolusi Industri 4.0 di bidang pendidikan merupakan respons terhadap kebutuhan untuk mengubah hubungan antara manusia dan teknologi, sehingga membuka peluang baru melalui kreativitas dan inovasi. Pada masa transisi ini, guru harus memberikan dukungan. Setelah Revolusi Industri 4.0, kita memasuki era Society 5.0; sehingga diperlukan inovasi terdepan untuk menghadapi tantangan di era baru ini. Society 5.0 diwujudkan sebagai negara di mana manusia berada di pusat masyarakat, menyelesaikan berbagai tantangan hidup dengan memanfaatkan secara seimbang teknologi Industri 4.0. Tujuannya adalah distribusi kesejahteraan yang adil. Seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat perkembangan melalui penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence, IoT, big data, dan robotika di berbagai bidang, mulai dari transportasi dan logistik untuk daerah terpencil hingga kesehatan, pendidikan, dan layanan publik penting lainnya. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi ini secara efektif dan tepat. Selama beberapa dekade terakhir, teknologi digital khususnya Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Artificial Intelligence (AI) semakin banyak terintegrasi dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif kontekstual untuk memahami implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam keterampilan bahasa siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran keterampilan bahasa untuk siswa sekolah dasar. Pendekatan studi kasus dengan tinjauan artikel penelitian yang ada dipilih karena peneliti ingin mengumpulkan data mendalam dari berbagai sumber. Pendekatan kualitatif deskriptif menawarkan wawasan luas tentang fenomena tertentu dan berfungsi berbagai fungsi dalam penelitian pendidikan, termasuk sebagai desain mandiri, studi kualitatif awal untuk proyek yang lebih besar, atau komponen kualitatif dalam studi campuran.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa dan mendukung proses pembelajaran.Melalui AI, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu melalui sistem bimbingan cerdas, platform pembelajaran adaptif, dan penilaian otomatis.Manfaat lainnya termasuk peningkatan efektivitas pembelajaran, pengurangan beban kerja guru, peningkatan keterlibatan siswa, dan persiapan untuk era Revolusi Industri 4.Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi, kesiapan guru, privasi, dan biaya implementasi perlu diperhatikan dengan serius.Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.Untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan penelitian lebih lanjut dan implementasi berkelanjutan.Studi ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang potensi, tantangan, dan peluang penggunaan AI untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa di tingkat dasar.Google Duet AI adalah alat kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam Google Workspace for Education.Alat ini menawarkan berbagai cara bagi guru untuk merancang pembelajaran, mengotomatisasi prosedur, dan menangani tugas-tugas yang memakan waktu dengan teknologi AI.Duet AI berfungsi sebagai asisten AI dalam Google Workspace, membantu berbagai tugas mulai dari penulisan dan terjemahan hingga pengorganisasian dan visualisasi data.Saat ini, Duet AI tersedia sebagai add-on untuk pelanggan Google Workspace Enterprise, dengan rencana untuk memperluas ketersediaannya di masa depan.Duet AI dapat membantu siswa menulis esai, laporan, dan tugas lainnya secara lebih efektif melalui fitur help me write di Google Docs.Pertama, Duet AI dapat membantu siswa dalam memperbaiki tata bahasa dan gaya penulisan mereka.dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan, serta memberikan umpan balik tentang kejelasan tulisan mereka.Kedua, Duet AI dapat membantu siswa mengembangkan gaya penulisan yang unik dengan memberikan umpan balik tentang orisinalitas dan kreativitas karya mereka.Alat ini juga dapat membantu mereka mengidentifikasi dan menghindari klise serta frase yang terlalu umum.Penggunaan sampel purposif dari wilayah terbatas mungkin membatasi generalisasi temuan ke provinsi lain di Indonesia dengan profil sumber daya yang berbeda.Selain itu, meskipun kedalaman analisis kualitatif memberikan wawasan kontekstual yang kaya, pendekatan ini tidak mengukur besarnya dampak AI pada hasil literasi tertentu.Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang harus menggabungkan desain quasi-eksperimental longitudinal dengan studi kualitatif untuk mengukur perbaikan hasil belajar dan mengamati bagaimana praktik mediasi guru tentang implementasi AI untuk keterampilan bahasa siswa berkembang seiring waktu.Secara kesimpulan, studi ini melengkapi dan menambahkan nuansa pada konsensus yang muncul tentang peran AI dalam pendidikan.AI memiliki potensi nyata untuk meningkatkan aspek rutin pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi nilainya secara pedagogis sangat bergantung pada mediasi guru, dukungan institusional, dan implementasi yang etis.Dengan berfokus pada perspektif guru dan praktik kelas, studi ini menawarkan baik kemajuan teoritis maupun langkah-langkah praktis untuk mengintegrasikan AI ke dalam pendidikan bahasa tingkat dasar dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan responsif secara budaya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas dengan sampel dari berbagai konteks pendidikan. Studi ini dapat melacak perubahan dalam praktik guru secara temporal dan mengukur efek terukur AI terhadap pertumbuhan literasi. Selain itu, pendekatan campuran metode dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak AI pada perkembangan keterampilan bahasa secara kuantitatif. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada pengembangan kerangka kerja pedagogis yang etis dan sensitif terhadap usia untuk memastikan penggunaan AI yang aman, konstruktif, dan berdasar pendidikan. Dengan demikian, studi ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif terhadap pemahaman tentang implementasi AI dalam pembelajaran bahasa tingkat dasar dan menekankan pentingnya keahlian guru dalam membentuk inovasi pendidikan yang bermakna dan berpusat pada manusia.

  1. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran. efektivitas pembelajaran ai augmented reality... ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/21670Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran efektivitas pembelajaran ai augmented reality ejournal iainmadura ac index php ghancaran article view 21670
  2. PENGARUH EKSTRAKULIKULER CODING PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINGKING DI... journals.ums.ac.id/index.php/blbs/article/view/11616PENGARUH EKSTRAKULIKULER CODING PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINGKING DI journals ums ac index php blbs article view 11616
Read online
File size377.56 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test