IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

IBTIDA-Jurnal Kajian Pendidikan DasarIBTIDA-Jurnal Kajian Pendidikan Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar melalui penerapan media pembelajaran konkret berupa sedotan pada mata pelajaran matematika siswa kelas I. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik kelas I MI Muhammadiyah Madureso Kebumen tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 30 peserta didik sebagai penerima tindakan, sedangkan yang memberikan tindakan adalah peneliti dan wali kelas I. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes setiap siklus dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar matematika materi penjumlahan pada siklus I dari 30 peserta didik yang siswa yang tuntas 22 siswa dan tidak tuntas 8 siswa dengan presentase 26% belum memenuhi batas minimal ketuntasan, selanjutnya pada siklus II siswa yang tuntas 27 dari 30 siswa dengan presentase 90% sudah memenuhi batas minimal ketuntasan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Muhammadiyah Madureso Kebumen, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media benda konkret berupa sedotan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas I, khususnya pada materi penjumlahan bilangan.Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 74% (22 siswa) pada siklus I menjadi 90% (27 siswa) pada siklus II.Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung melalui manipulasi benda konkret membantu siswa memahami konsep penjumlahan secara lebih bermakna, sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.Selain itu, pembelajaran dengan media konkret juga mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran.Siswa tampak lebih antusias, mudah memahami hubungan antara angka dan jumlah benda, serta mampu menyelesaikan soal penjumlahan dengan lebih percaya diri.Dengan demikian, penggunaan media sedotan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memperbaiki kualitas pembelajaran matematika di kelas rendah MI atau SD.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru, disarankan untuk terus memanfaatkan media konkret sederhana seperti sedotan dalam proses pembelajaran matematika di kelas awal. Media ini dapat membantu siswa memahami konsep dasar secara visual dan kinestetik, serta mendorong pembelajaran aktif dan menyenangkan. 2. Bagi Sekolah, perlu mendukung guru dengan menyediakan fasilitas dan bahan ajar yang mendukung pembelajaran kontekstual dan manipulatif, terutama pada mata pelajaran matematika kelas rendah. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian serupa dengan cakupan materi yang lebih luas, misalnya pengurangan, perkalian, atau pembagian, serta menggunakan jenis media konkret lain untuk melihat efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan penerapan yang konsisten dan dukungan dari semua pihak, pembelajaran matematika di sekolah dasar diharapkan dapat menjadi lebih bermakna, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini.

  1. ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR | Berajah Journal. analisis kesulitan... ojs.berajah.com/index.php/go/article/view/48ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Berajah Journal analisis kesulitan ojs berajah index php go article view 48
  2. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KONKRET PADA SD KARTIKA 2 PEMATANGSIANTAR... doi.org/10.18592/moe.v7i2.8945UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KONKRET PADA SD KARTIKA 2 PEMATANGSIANTAR doi 10 18592 moe v7i2 8945
Read online
File size245.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test