IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi IslamLABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam

Gagasan desa cerdas (smart village) menjadi instrumen fundamental dalam kerangka kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia. Namun, bagaimana gagasan ini diintegrasikan dengan program sertifikasi halal dan komersialisasi produk lokal untuk mendorong pembangunan desa yang ramah gender di level mikro masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan smart village ramah gender di kawasan industri pinggiran tol Jawa melalui sertifikasi dan komersialisasi produk lokal. Intervensi dilakukan secara khusus di Clarak, sebuah desa di pinggiran kota Kabupaten Probolinggo, yang berdekatan langsung dengan tol Probowangi. Studi kasus yang melibatkan 30 pelaku UMKM perempuan, berfokus pada bagaimana sertifikasi halal dan komersialisasi produk dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam kerangka Desa Cerdas Ramah Gender (DCRG). Penelitian ini mengidentifikasi setidaknya 6 (enam) aset yang dimiliki oleh Clarak dalam menginisiasi desa cerdas ramah gender, yaitu aset individual, aset fisik, aset kelembagaan, aset jaringan, aset ekonomi lokal, dan aset historis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan partisipasi perempuan sebagai penerima manfaat dari program ini sekaligus peningkatan pengetahuan digital terhadap komersialisasi produk lokal. Penelitian ini berkontribusi bagi penelitian sejenis yang berusaha memahami bagaimana konsep desa cerdas diinisiasi di level mikro, khususnya di kawasan industri.

Penelitian ini menemukan bahwa integrasi prinsip ekonomi syariah melalui sertifikasi halal dan penerapan kesetaraan gender dalam desa cerdas dapat meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan, serta mendukung keberlanjutan dan inklusivitas pembangunan pedesaan.Dengan memastikan bahwa pembangunan ekonomi berlangsung secara inklusif, desa cerdas dapat merevitalisasi daerah pedesaan dengan memperkuat kualitas hidup dan keamanan produk lokal.Penelitian ini berkontribusi secara signifikan dalam literatur dengan menawarkan bukti empiris dan model operasional desa cerdas yang dapat diadaptasi di wilayah lain, mempromosikan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan dalam pembangunan pedesaan yang menekankan pada kesetaraan gender dan kepatuhan syariah.Walaupun penelitian ini memberikan wawasan penting, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diatasi dalam penelitian lanjutan.Salah satunya adalah durasi penyelesaian proyek yang relatif singkat yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap dampak jangka panjang dari inisiatif desa cerdas.Rekomendasi bagi penelitian lebih lanjut adalah melibatkan periode waktu yang lebih panjang dan metodologi yang lebih komprehensif untuk menilai keberlanjutan dan dampak sosial ekonomi dari intervensi tersebut.Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi dampak spesifik dari teknologi digital dan e-commerce dalam mengatasi hambatan geografis dan sosial, serta membangun kerangka kerja lebih rinci yang mendukung penerapan sertifikasi halal dan kesetaraan gender di desa-desa lain di Indonesia dan di seluruh dunia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengeksplorasi dampak jangka panjang dari inisiatif desa cerdas ramah gender terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender di daerah pedesaan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan periode waktu yang lebih panjang dan metodologi yang lebih komprehensif untuk menilai keberlanjutan dan dampak sosial ekonomi dari intervensi tersebut. Kedua, meneliti dampak spesifik dari teknologi digital dan e-commerce dalam mengatasi hambatan geografis dan sosial di daerah pedesaan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan akses pasar dan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM perempuan di daerah terpencil. Ketiga, membangun kerangka kerja lebih rinci yang mendukung penerapan sertifikasi halal dan kesetaraan gender di desa-desa lain di Indonesia dan di seluruh dunia. Penelitian ini dapat melibatkan studi komparatif antara berbagai desa yang telah menerapkan inisiatif desa cerdas ramah gender, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan tantangan yang dihadapi.

Read online
File size635.01 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test