IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi IslamLABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam

Globalisasi saat ini mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Kecenderungan masyarakat mengarah pada perilaku konsumsi irrasional yaitu impulsive buying. Dengan berkembangnya teknologi internet yang sangat pesat, sehingga merubah pola belanja Generasi-Z yang awalnya berbelanja di toko menjadi berbelanja secara online di marketplace. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi impulsive buying dan tinjauan etika bisnis Islam terhadap perilaku konsumsi impulsive buying yang dilakukan generasi-Z di marketplace. Dengan jenis field research dan menggunakan metode kuantitatif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey dengan menyebarkan kuisioner kepada 399 responden di kabupaten Cirebon yang merupakan sample dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan tabulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perilaku impulsive buying yang dilakukan generasi-Z di Kabupaten Cirebon termasuk pada tipe pembelian suggestion impulsive yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu review atau penilaian produk yang ingin dibelinya. Selain faktor eksternal tersebut, perilaku impulsive buying juga dipengaruhi faktor internal, antara lain promosi; visual produk yang menarik; diskon; dan gratis ongkos kirim. Perilaku impulsive buying Generasi-Z dalam perspektif etika bisnis Islam belum dijalankan secara optimal, khususnya dari prinsip tanggung jawab. Hal ini karena sebagian besar responden pernah melakukan hit and run atau membatalkan pesanan.

Sebagian besar responden Generasi-Z mencerminkan memiliki perilaku impulsive buying di marketplace.Dimana perilaku tersebut terbagi kedalam tiga tipe, yaitu ada sebagian responden yang masuk kedalam tipe pure impulsive, ada yang masuk dalam tipe suggestion impulsive dan sebagian masuk dalam tipe planned impulsive.Dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun faktor eksternal.Dan sebagian besar responden sudah faham dan berperilaku sesuai etika bisnis Islam.Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan data responden yang didapatkan setelah diakumulasi dan dipisahkan antara yang sesuai dengan yang tidak sesuai prinsip atau landasan etika bisnis Islam.Dimana yang sesuai persentasenya jauh lebih besar, yaitu 82,4% sedangkan yang tidak mencerminkan perilaku sesuai etika bisnis Islam hanya 17,6%.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak etika bisnis Islam terhadap keputusan konsumen Gen-Z dalam memilih produk halal di marketplace. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan perilaku impulsive buying antara platform marketplace yang berbeda, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Terakhir, penelitian bisa mengkaji keterkaitan antara pendidikan agama Islam dan kesadaran konsumen tentang tanggung jawab dalam transaksi online. Dengan memperdalam tiga aspek ini, studi lanjutan dapat memberikan wawasan lebih komprehensif tentang pengaruh nilai-nilai Islam terhadap perilaku konsumsi digital generasi muda. Peneliti juga bisa membandingkan efektivitas berbagai strategi edukasi etika bisnis Islam dalam mengurangi perilaku hit and run. Selain itu, kajian tentang dampak jangka panjang impulsive buying terhadap stabilitas finansial Gen-Z bisa menjadi arah penelitian menarik. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran media sosial dalam memicu impulsive buying dan bagaimana prinsip etika bisnis Islam dapat diintegrasikan ke dalam desain platform e-commerce. Studi lanjutan juga bisa melibatkan survei kualitatif untuk memahami motivasi psikologis di balik perilaku konsumen Gen-Z. Peneliti bisa mempertimbangkan membandingkan perilaku konsumen Gen-Z di Indonesia dengan negara lain untuk melihat perbedaan budaya dan etika. Akhirnya, penelitian bisa mengkaji pengaruh kebijakan pemerintah terhadap praktik etika bisnis di marketplace dan bagaimana hal ini memengaruhi perilaku konsumen.

Read online
File size335.3 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test