IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi IslamLABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam

Studi ini menganalisis strategi hybrid untuk penghimpunan zakat di BAZNAS Kabupaten Siak dengan mengombinasikan saluran tradisional (UPZ dan layanan tatap muka) dengan saluran digital (pemotongan gaji pegawai negeri, QRIS, dompet elektronik, transfer bank). Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang dianalisis dengan perspektif manajemen strategis serta SWOT berbobot menggunakan matriks IFAS–EFAS berdasarkan data kinerja 2022–2024. Temuan menunjukkan bahwa saluran tradisional tetap penting untuk membangun kepercayaan dan melayani segmen senior. Sedangkan saluran digital meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan transparansi. Nilai IFAS 2,66 dan EFAS 2,53 menempatkan organisasi pada Kuadran I, yang menyerukan pertumbuhan terukur. Tindakan prioritas meliputi orkestrasi saluran (pemotongan gaji untuk kepatuhan rutin; QRIS/dompet elektronik untuk pembayaran sesuai permintaan; situs web untuk edukasi dan tanda terima), penguatan kapasitas dan SOP digital-terbantu di UPZ, integrasi data lintas saluran, serta perluasan pemotongan gaji dan kemitraan dengan bank/fintech syariah. Studi ini memberikan model hybrid yang dapat diimplementasikan bagi lembaga zakat yang beroperasi dalam konteks dengan adopsi teknologi yang masih rendah.

Penelitian ini menganalisis strategi pengumpulan zakat di BAZNAS Kabupaten Siak Provinsi Riau dengan menyoroti keunggulan metode tradisional dan digital serta merumuskan model strategi hybrid berbasis analisis SWOT berbobot (IFAS-EFAS).Kanal tradisional yang mengandalkan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), layanan tatap muka, dan kedekatan sosial tetap menjadi fondasi kepercayaan muzakki, khususnya di segmen senior dan wilayah dengan keterbatasan akses digital.Di sisi lain, digitalisasi melalui sistem payroll ASN, QRIS, dan e-wallet membuktikan efisiensi dan kapabilitas meningkatkan transparansi serta menjangkau generasi produktif.Tantangan utama dalam transisi digital meliputi keterbatasan kapasitas SDM digital, fragmentasi integrasi sistem, kesenjangan literasi digital, dan resistensi budaya masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program literasi digital terhadap partisipasi muzakki dalam pengumpulan zakat. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas strategi hybrid di daerah dengan karakteristik digital divide yang berbeda. Terakhir, studi tentang peran tokoh masyarakat dalam mempercepat adopsi teknologi digital untuk pengelolaan zakat juga diperlukan.

Read online
File size240.06 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test