IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN
Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter moderasi beragama di SMP N 3 Karanganyar, mengidentifikasi kendala dan faktor pendukung dalam implementasinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII SMP N 3 Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data pelaksanaan pendidikan karaktter moderasi beragama pada sekolah berbasis budaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan moderasi beragama di sekolah berbasis budaya bertujuan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada, serta menanamkan kesadaran kepada siswa untuk menjalankan kewajiban sesuai ajaran agamanya masing-masing. Melalui penerapan ini, siswa mampu menumbuhkan sikap toleransi, menjalin kerukunan, serta membiasakan perilaku saling menghargai dan menghormati di tengah keberagaman yang terdapat di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan pendidikan karakter moderasi beragama yang berlandaskan budaya menjadi salah satu visi utama SMP Negeri 3 Karanganyar.Berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan nilai-nilai budaya telah diterapkan, baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler.Upaya tersebut menjadi strategi sekolah untuk mewujudkan lingkungan pendidikan berbasis budaya, namun tetap menanamkan nilai-nilai moderasi beragama seperti sikap toleransi, kerukunan, dan perilaku moderat dalam kehidupan sehari-hari.Pelaksanaan pendidikan karakter moderasi beragama berbasis budaya melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.Tahap perancanaan memastikan strategi yang sudah direncanakan mampu berjalan sesuai dengan visi sekolah, tahap pelaksanaan memfokuskan pada proses siswa dalam penanaman moderasi beragama dengan sikap toleransi, kerukunan, sikap moderat pada sekolah berbasis budaya, sementara tahap evaluasi melalui assesment akhir yang dilakukan oleh guru agar mengetahui sejauh mana siswa memahami tentang nilai moderasi beragama dan diterapkan didalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.Dengan menanamkan sikap toleransi, kerukunan sikap moderat siswa mampu menghargai dan bersikap toleransi terhadap teman yang berbeda dari segi agama, bahasa maupun latar belakang, mampu berbaur tanpa membeda-bedakan dan saling rukun.Faktor pendukung dan faktor kendala menjadi tantangan dalam pelaksanaan pendidikan karakter moderasi beragama berbasis budaya yang dapat dilihat pendidik, lingkungan, karakter siswa.Ketika muncul kendala hal tersebut dapat diproses dan dijadikan dasar untuk menemukan solusi sehingga menjadi faktor pendukung yang menjadi keberhasilan pelaksanaan program bagi siswa.Peran pendidik menjadi faktor yang berpengaruh untuk membentuk karakter siswa, karena pendidik bukan hanya sekedar menyampaikan materi tapi juga mampu memahami karakter siswa itu sendiri, mengawasi interaksi mereka dengan teman sekelas serta memastikan siswa berperilaku baik.Sekolah berbasis budaya ini juga berperan dalam menanamkan sikap toleransi pada diri siswa.
Untuk memperkuat moderasi beragama di dunia pendidikan, diperlukan pendekatan yang menyatu dalam keseluruhan proses pendidikan, termasuk melalui strategi berbasis budaya yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana strategi berbasis budaya ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk di sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang budaya yang beragam. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada bagaimana strategi ini dapat membantu siswa mengembangkan sikap toleransi, kerukunan, dan perilaku moderat dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana sekolah dapat berperan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan yang inklusif dan toleran, serta memperkuat moderasi beragama di dunia pendidikan.
| File size | 214.59 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
1001TUTORIAL1001TUTORIAL Data dianalisis menggunakan N-Gain, Uji Wilcoxon Signed-Rank, dan Model Rasch dengan perangkat lunak Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skorData dianalisis menggunakan N-Gain, Uji Wilcoxon Signed-Rank, dan Model Rasch dengan perangkat lunak Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perubahan budaya sekolah memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan keluarga agar pembentukanPenelitian ini memberikan implikasi bahwa perubahan budaya sekolah memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan keluarga agar pembentukan
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Lalaran di PP An-Nawawi berlangsung melalui tiga fase kritis yaitu persiapan yang melibatkan penentuanHasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Lalaran di PP An-Nawawi berlangsung melalui tiga fase kritis yaitu persiapan yang melibatkan penentuan
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Data yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikanData yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembiasaan menghafal Al Quran berpengaruh terhadap karakter disiplin di MI Takhasus Prapagkidul,Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembiasaan menghafal Al Quran berpengaruh terhadap karakter disiplin di MI Takhasus Prapagkidul,
PENERBITPENERBIT Ngerebeg nini sebagai ritus upacara berbasis pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Silangjana, serta sebagai representasi ritus agraris dapatNgerebeg nini sebagai ritus upacara berbasis pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Silangjana, serta sebagai representasi ritus agraris dapat
PENERBITPENERBIT Dengan demikian, kerangka teo‑ekologis yang dihasilkan menjadi blueprint yang dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan publik, tata kelola lingkungan,Dengan demikian, kerangka teo‑ekologis yang dihasilkan menjadi blueprint yang dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan publik, tata kelola lingkungan,
PENERBITPENERBIT Peningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensialPeningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensial
Useful /
UINSAIZUUINSAIZU Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik hukum Islam yang terintegrasi dengan teori perilaku kesehatan serta memberikan rekomendasiPenelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik hukum Islam yang terintegrasi dengan teori perilaku kesehatan serta memberikan rekomendasi
PENERBITPENERBIT Temuan-temuan ini menegaskan keberadaan perspektif teologi dialogis dan inklusif yang mendalam dalam warisan intelektual keagamaan Bali. Penelitian iniTemuan-temuan ini menegaskan keberadaan perspektif teologi dialogis dan inklusif yang mendalam dalam warisan intelektual keagamaan Bali. Penelitian ini
PENERBITPENERBIT Sementara itu, pada dimensi praktik sosial budaya, pemberitaan mereproduksi ideologi ekologisasi agama dengan menampilkan nilai-nilai Yadnya dan Tri HitaSementara itu, pada dimensi praktik sosial budaya, pemberitaan mereproduksi ideologi ekologisasi agama dengan menampilkan nilai-nilai Yadnya dan Tri Hita
UMNUMN Kualitas informasi yang dihasilkan perusahaan menjadi dasar stakeholder dalam mengambil keputusan. Untuk menjamin kualitas informasi tersebut, perusahaanKualitas informasi yang dihasilkan perusahaan menjadi dasar stakeholder dalam mengambil keputusan. Untuk menjamin kualitas informasi tersebut, perusahaan