STMIKIBASTMIKIBA
Journal Informatic, Education and Management (JIEM)Journal Informatic, Education and Management (JIEM)Teknologi komputer terus berkembang, termasuk dengan maraknya penggunaan smartphone mobile. Namun, aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, khususnya dalam pengenalan komponen-komponen komputer beserta fungsinya. Berdasarkan permasalahan ini, penulis merancang sebuah aplikasi mobile sebagai media pembelajaran untuk membantu pengguna, terutama siswa, dalam mengenali komponen-komponen komputer seperti monitor, CPU, keyboard, mouse, dan printer serta memahami peran masing-masing komponen tersebut.
Teknologi komputer terus berkembang, termasuk dengan maraknya penggunaan smartphone mobile.Namun, aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, khususnya dalam pengenalan komponen-komponen komputer beserta fungsinya.Berdasarkan permasalahan ini, penulis merancang sebuah aplikasi mobile sebagai media pembelajaran untuk membantu pengguna, terutama siswa, dalam mengenali komponen-komponen komputer seperti monitor, CPU, keyboard, mouse, dan printer serta memahami peran masing-masing komponen tersebut.Aplikasi belajar mengenal komponen komputer berbasis mobile berhasil dirancang sebagai media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan komponen-komponen utama komputer kepada pengguna.Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi ini dengan menambahkan fitur interaktif seperti kuis berbasis game untuk mengukur pemahaman siswa secara real-time, mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) agar siswa dapat melihat dan memanipulasi model 3D komponen komputer secara virtual, serta menguji efektivitas aplikasi ini dalam berbagai konteks belajar, seperti di sekolah dasar atau pendidikan non-formal, dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi.Selain itu, penelitian ini juga bisa dikembangkan dengan mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan aplikasi terhadap minat siswa terhadap teknologi komputer, serta mengadaptasi konten aplikasi sesuai dengan kurikulum nasional agar lebih relevan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran formal.Terakhir, pengembangan versi multi-bahasa atau penyediaan akses offline dapat meningkatkan keterjangkauan aplikasi di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan koneksi internet, sehingga memperluas dampak edukatifnya secara inklusif.Aplikasi ini dapat menjadi acuan dan motivasi untuk pengembangan media pembelajaran digital serupa dalam bidang teknologi informasi.Teknologi komputer terus berkembang, termasuk dengan maraknya penggunaan smartphone mobile.Namun, aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, khususnya dalam pengenalan komponen-komponen komputer beserta fungsinya.Berdasarkan permasalahan ini, penulis merancang sebuah aplikasi mobile sebagai media pembelajaran untuk membantu pengguna, terutama siswa, dalam mengenali komponen-komponen komputer seperti monitor, CPU, keyboard, mouse, dan printer serta memahami peran masing-masing komponen tersebut.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi ini dengan menambahkan fitur interaktif seperti kuis berbasis game untuk mengukur pemahaman siswa secara real-time, mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) agar siswa dapat melihat dan memanipulasi model 3D komponen komputer secara virtual, serta menguji efektivitas aplikasi ini dalam berbagai konteks belajar, seperti di sekolah dasar atau pendidikan non-formal, dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi. Selain itu, penelitian ini juga bisa dikembangkan dengan mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan aplikasi terhadap minat siswa terhadap teknologi komputer, serta mengadaptasi konten aplikasi sesuai dengan kurikulum nasional agar lebih relevan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran formal. Terakhir, pengembangan versi multi-bahasa atau penyediaan akses offline dapat meningkatkan keterjangkauan aplikasi di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan koneksi internet, sehingga memperluas dampak edukatifnya secara inklusif.
| File size | 354.04 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon guru terhadap aplikasi Zoom Meeting praktis dengan nilai total rata‑rata 89 %, sedangkan respon siswa menilaiHasil penelitian menunjukkan bahwa respon guru terhadap aplikasi Zoom Meeting praktis dengan nilai total rata‑rata 89 %, sedangkan respon siswa menilai
ETDCIETDCI Pendekatan ini menawarkan model pembelajaran yang holistik, menggabungkan aspek akademik dan spiritual, sehingga layak diadopsi secara lebih luas di sekolah-sekolahPendekatan ini menawarkan model pembelajaran yang holistik, menggabungkan aspek akademik dan spiritual, sehingga layak diadopsi secara lebih luas di sekolah-sekolah
UNWAHAUNWAHA Hasil kelayakan media sebesar 90% dengan kriteria kelayakan sangat layak. Kemenarikan produk leaflet sebesar 83% dengan kriteria sangat menarik. SehinggaHasil kelayakan media sebesar 90% dengan kriteria kelayakan sangat layak. Kemenarikan produk leaflet sebesar 83% dengan kriteria sangat menarik. Sehingga
ALMEERAEDUCATIONALMEERAEDUCATION Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul matematika bisa digunakan dalam proses pembelajaran matematika, siswa dapat belajar secara mandiri, dan denganSehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul matematika bisa digunakan dalam proses pembelajaran matematika, siswa dapat belajar secara mandiri, dan dengan
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Peneliti menemukan beberapa masalah terkait penggunaan humor, antara lain: (1) sebagian siswa berisik dan tidak fokus belajar; (2) respon siswa terhadapPeneliti menemukan beberapa masalah terkait penggunaan humor, antara lain: (1) sebagian siswa berisik dan tidak fokus belajar; (2) respon siswa terhadap
STMIKIBASTMIKIBA Dan yang terpenting pendataan pesantren merupakan salah satu kebutuhan dalam strategi pembangunan dan kebijakan pendidikan. Untuk kepentingan mengolahDan yang terpenting pendataan pesantren merupakan salah satu kebutuhan dalam strategi pembangunan dan kebijakan pendidikan. Untuk kepentingan mengolah
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, angket validasi modul, angket respon uji coba (terbatas dan luas), angket respon disebarluankan,Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, angket validasi modul, angket respon uji coba (terbatas dan luas), angket respon disebarluankan,
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan dari Pengajaran Pendekatan Bahasa Komunikatif (CLT) melalui Diskusi Kelompok Kecil efektif untuk merangsangPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan dari Pengajaran Pendekatan Bahasa Komunikatif (CLT) melalui Diskusi Kelompok Kecil efektif untuk merangsang
Useful /
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Dengan dukungan pelatihan guru yang memadai dan pengelolaan sumber daya yang kreatif, PBL dapat menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untukDengan dukungan pelatihan guru yang memadai dan pengelolaan sumber daya yang kreatif, PBL dapat menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan untuk
UTUUTU 396. While there is a relationship between compliance with Fe tablet consumption P value of 0. 004. So it is concluded that the factors of menstrual patterns,396. While there is a relationship between compliance with Fe tablet consumption P value of 0. 004. So it is concluded that the factors of menstrual patterns,
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Jadi, dialektika komunikasi yang baik dalam praktek hukum akan melahirkan penegakan hukum yang adil. Keadilan dalam penegakan hukum oleh polisi, jaksa,Jadi, dialektika komunikasi yang baik dalam praktek hukum akan melahirkan penegakan hukum yang adil. Keadilan dalam penegakan hukum oleh polisi, jaksa,
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Karena beberapa peserta didik akan meniru apa yang dilihat, bukan yang dikatakan. Oleh karena itu, guru harus memberikan contoh yang baik, baik dalam prosesKarena beberapa peserta didik akan meniru apa yang dilihat, bukan yang dikatakan. Oleh karena itu, guru harus memberikan contoh yang baik, baik dalam proses