UNPUNP

Jurnal Pendidikan Teknik ElektroJurnal Pendidikan Teknik Elektro

Teaching Factory Industrial Robotics and Automation (TEFA IRA) di Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan model pendidikan vokasi inovatif yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik dengan aktivitas produksi nyata. Sebagai pusat inovasi, TEFA IRA memproduksi peralatan laboratorium untuk mendukung pembelajaran vokasi, melatih guru SMK, dan meningkatkan kompetensi siswa untuk memenuhi tuntutan Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini mengevaluasi produktivitas TEFA IRA dengan menganalisis proses operasional, dampak pelatihan guru, pengalaman belajar siswa, relevansi produk, dan kolaborasi dengan mitra industri. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, survei, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa TEFA IRA berhasil memproduksi 25 unit peralatan laboratorium dengan tingkat keberhasilan 92%. Pelatihan guru meningkatkan skor penguasaan teknologi dari 3.2 menjadi 4.1 (skala 5), dan 90% siswa merasa pengalaman belajar mereka relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan mitra industri mencapai tingkat keterlibatan 87%, termasuk kontribusi teknologi dan pelatihan teknis. Namun, TEFA IRA menghadapi tantangan seperti keterbatasan keahlian spesifik, kebutuhan modul pelatihan yang diperbarui, dan optimasi fasilitas. Dukungan dari Universitas Negeri Padang sangat penting untuk mengatasi tantangan ini melalui kebijakan strategis, peningkatan fasilitas, dan penguatan kemitraan industri.

Teaching Factory Industrial Robotic and Automation (TEFA IRA) Universitas Negeri Padang (UNP) telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi.Sebagai pusat inovasi, TEFA IRA tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran berbasis praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa TEFA IRA mampu mencapai produktivitas tinggi dengan memproduksi 25 unit peralatan laboratorium dalam satu tahun, tingkat keberhasilan produksi mencapai 92%, dan tingkat kepuasan pengguna produk berada pada skor 4.Pelatihan yang diselenggarakan TEFA juga berhasil meningkatkan kompetensi guru, dengan 85% peserta merasa puas dan skor penguasaan teknologi meningkat dari 3.Siswa yang terlibat dalam TEFA merasa pengalaman belajar mereka relevan dengan dunia kerja, dengan skor rata-rata 4.Kolaborasi dengan mitra industri menjadi salah satu kekuatan utama TEFA IRA, dengan tingkat keterlibatan mitra mencapai 87%.Namun, beberapa tantangan masih perlu diatasi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan TEFA, seperti keterbatasan tenaga ahli di bidang robotika, relevansi modul pelatihan dengan perkembangan teknologi, dan frekuensi komunikasi dengan mitra industri.Universitas Negeri Padang, sebagai institusi pengelola, memiliki peran strategis untuk mendukung penyelesaian tantangan ini melalui kebijakan yang fleksibel, peningkatan dukungan fasilitas, dan penguatan kerja sama dengan mitra industri.

Untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan Teaching Factory Industrial Robotic and Automation (TEFA IRA), beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap modul pelatihan yang digunakan, dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan spesifik kurikulum di SMK. Modul pelatihan yang relevan dan up-to-date akan meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam menghadapi tantangan industri 4.0. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi manajemen operasional yang lebih efisien, termasuk optimasi penggunaan fasilitas dan peningkatan kompetensi staf. Manajemen yang terstruktur dan komunikasi yang efektif antara semua pihak akan meningkatkan produktivitas TEFA IRA. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi komersialisasi produk TEFA, dengan tujuan mendukung keberlanjutan program. Produk TEFA yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar dapat membuka peluang komersialisasi, sehingga program TEFA IRA dapat menjadi lebih mandiri secara finansial.

  1. Manajemen pembelajaran teaching factory dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa jurusan tata kecantikan... jrti.eloracenter.org/jrti/article/view/1696Manajemen pembelajaran teaching factory dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa jurusan tata kecantikan jrti eloracenter jrti article view 1696
  2. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SMK Jurusan Keteknik Kimiaan se-Jawa Timur dalam Bidang Unit... doi.org/10.12962/j26139960.v7i5.566Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Guru SMK Jurusan Keteknik Kimiaan se Jawa Timur dalam Bidang Unit doi 10 12962 j26139960 v7i5 566
  3. Keefektifan Pelaksanaan Teaching Factory pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Warga Surakarta... jurnal.uns.ac.id/nozel/article/view/76891Keefektifan Pelaksanaan Teaching Factory pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Warga Surakarta jurnal uns ac nozel article view 76891
  4. TEACHING FACTORY DALAM MENGHASILKAN LULUSAN SIAP BEKERJA DAN BERWIRAUSAHA | Sugianto | Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31932/jpe.v7i1.1573TEACHING FACTORY DALAM MENGHASILKAN LULUSAN SIAP BEKERJA DAN BERWIRAUSAHA Sugianto Jurnal Pendidikan doi 10 31932 jpe v7i1 1573
Read online
File size243.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test