UNPRIUNPRI

ELT (English Language Teaching Prima Journal)ELT (English Language Teaching Prima Journal)

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis kesalahan dalam penggunaan simple present tense dalam teks deskriptif yang ditulis oleh siswa kelas tujuh SMP Swasta Pangeran Antasari Medan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang melibatkan deskripsi dan analisis. Data dikumpulkan melalui tes yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk siswa dan wawancara yang terstruktur. Ada dua jenis kesalahan utama yang ditemukan, yaitu kesalahan antarbahasa (terjadi akibat pengaruh bahasa ibu, Bahasa Indonesia) dan kesalahan intrabahasa (terjadi akibat kurangnya pemahaman siswa terhadap aturan tata bahasa Inggris). Kesalahan antarbahasa disebabkan oleh campur tangan bahasa ibu, sehingga siswa salah menyusun kalimat atau bahkan menciptakan kata baru. Sementara itu, kesalahan intrabahasa, seperti penghilangan dan penambahan, terjadi karena kurangnya pemahaman siswa terhadap aturan tata bahasa Inggris. Dari total 90 kesalahan yang diidentifikasi, kesalahan penghilangan adalah yang paling dominan dengan persentase 42,2%, diikuti oleh kesalahan pembentukan (25,5%), kesalahan urutan (16,6%), dan kesalahan penambahan (15,5%). Penelitian ini menekankan pentingnya pengajaran tata bahasa yang lebih fokus dan interaktif, serta latihan menulis yang lebih sering dengan umpan balik konstruktif untuk mengurangi kesalahan dalam penggunaan Simple Present Tense. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan standar pengajaran bahasa Inggris di institusi pendidikan, khususnya dalam penulisan teks deskriptif.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas tujuh SMP Swasta Pangeran Antasari Medan sering mengalami kesulitan dalam penulisan teks deskriptif menggunakan Simple Present Tense.Kesalahan yang ditemukan dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu kesalahan antarbahasa dan kesalahan intrabahasa.Kesalahan antarbahasa disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu, Bahasa Indonesia, yang menyebabkan kesalahan dalam urutan kata dan pembentukan kalimat.Sementara itu, kesalahan intrabahasa terjadi akibat kurangnya pemahaman siswa terhadap aturan tata bahasa Inggris, seperti penghilangan, penambahan, dan pembentukan kata yang salah.Dari total 90 kesalahan yang diidentifikasi, kesalahan penghilangan adalah yang paling dominan.Untuk mengatasi masalah ini, disarankan agar guru merencanakan pembelajaran yang berfokus pada perbedaan struktur bahasa Indonesia dan Inggris, memberikan latihan yang lebih banyak dengan umpan balik yang jelas dan langsung, serta mengembangkan metode pengajaran yang interaktif dan variatif.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan variatif, seperti permainan tata bahasa dan latihan berbasis teknologi. Guru juga perlu memantau kemajuan siswa secara aktif dan memberikan bimbingan individual bagi siswa yang sering melakukan kesalahan. Dengan kolaborasi antara siswa dan guru, diharapkan pemahaman siswa tentang tata bahasa dapat meningkat dan kesalahan dalam penulisan teks deskriptif dapat diminimalkan. Selain itu, penting untuk memberikan latihan yang lebih banyak dan fokus pada kesalahan yang umum terjadi, seperti penghilangan, penambahan, pembentukan kata yang salah, dan kesalahan urutan. Dengan demikian, siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesalahan mereka dan cara untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Read online
File size321.26 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test