UNPRIUNPRI

ELT (English Language Teaching Prima Journal)ELT (English Language Teaching Prima Journal)

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur interteksual dalam Matsuri dan mengeksplorasi bagaimana mereka berkontribusi pada pemahaman koheren terhadap karya tersebut, dengan fokus pada hubungannya dengan budaya dan spiritualitas Jepang. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan analisis teks untuk mengeksaminasi Matsuri sebagai teks verbal dan visual. Data dikumpulkan dari sumber perpustakaan, termasuk teks tertulis dan media terkait Kojiki, teks Jepang kuno yang menginspirasi tema album. Matsuri mencakup elemen verbal dan visual. Elemen verbal termasuk referensi ke Kojiki dan judul album, sementara elemen visual melibatkan alat musik Jepang tradisional seperti drum Taiko, yang menghubungkan musik dengan ritual dan festival Jepang. Kombinasi ini menunjukkan kontinuitas budaya dalam identitas modern Jepang. Interteksualitas dalam Matsuri menunjukkan perannya sebagai refleksi warisan budaya Jepang dan sebagai medium untuk pembentukan identitas pribadi dan komunal. Keberlanjutan praktik tradisional, meskipun berkembang dengan modernisasi, menegaskan signifikansi ritual seperti Matsuri dalam masyarakat Jepang.

Berdasarkan temuan debat interteksual dalam karya musik instrumental Kitaro Matsuri, dapat disimpulkan bahwa teks yang termasuk dalam Matsuri dibagi menjadi dua bagian.(1) teks verbal dan (2) teks visual.Teks verbal dari karya musik Matsuri dapat dijelaskan sebagai teks tertulis dari judul album Kojiki, yang dipengaruhi oleh buku mitos Jepang kuno dalam agama Shinto.Dalam teks visual, dijelaskan sebagai (1) teks objek yang mencakup karakter, Kitaro sendiri, dan (2) teks seni yang mencakup alat musik dan ekspresi Kitaro saat bermain musik.Teks verbal dan visual yang terkandung dalam karya musik instrumental berjudul Matsuri adalah hasil dari proses transformasi dari banyak teks, dan Matsuri memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan budaya Jepang.Matsuri diadakan sebagai keinginan manusia untuk mencari perlindungan dan berkah dari dewa, tetapi juga digunakan sebagai forum bagi warga komunitas untuk saling mengenal dan berkomunikasi.Matsuri, khususnya bagi pemuda, digunakan sebagai kesempatan untuk mempersiapkan mereka memasuki masyarakat.Ini berarti bahwa dengan berpartisipasi dalam aktivitas tersebut, pemuda dapat membangun identitas mereka sendiri dalam lingkungan kelompok.Modifikasi pelaksanaan Matsuri adalah hasil dari perubahan struktur masyarakat dan pengaruh modernisasi dalam masyarakat Jepang.Namun, adopsi Matsuri, yang masih diadakan oleh orang-orang Jepang, menunjukkan bahwa orang-orang Jepang memberi nilai tinggi pada tradisi keagamaan.Matsuri adalah wajah lain yang tersembunyi di Jepang modern.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana mitos Jepang lainnya memengaruhi karya musik instrumen serupa, dengan fokus pada interaksi antara narasi mitologis dan ekspresi musikal. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran alat musik tradisional seperti Taiko dalam genre musik modern, serta dampaknya terhadap identitas budaya Jepang. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana ritual Matsuri beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi, terutama dalam konteks festival-festival yang diadakan di kota-kota besar. Penelitian ini dapat menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi tren dan pergeseran dalam perayaan budaya Jepang di era modern.

Read online
File size455.09 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test