UNRUNR

Jurnal YustitiaJurnal Yustitia

Perkembangan algoritma Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru pada perlindungan hak cipta, khususnya terhadap karya seni lukisan yang memiliki karakteristik dan gaya khas penciptanya. Kemampuan AI dalam menghasilkan karya visual melalui proses pelatihan data (data scraping) yang bersumber dari karya-karya di internet berpotensi menimbulkan tindakan plagiarisme, baik terhadap ekspresi visual maupun gaya artistik tertentu. Kajian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaturan hak cipta tentang ciptaan seni lukisan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap pencipta atas tindakan plagiarisme yang menggunakan AI. Kajian ini menerapkan metode kajian hukum normatif menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta didukung oleh bahan hukum primer juga sekunder. Temuan kajian menerangkan bahwasanya perlindungan hak cipta pada karya seni lukisan telah dijelaskan dalam Hak Moral serta Hak Ekonomi yang muncul secara otomatis selaras prinsip deklaratif. Namun demikian, belum terdapat pengaturan khusus mengenai plagiarisme berbasis AI sehingga menimbulkan kerugian bagi seniman. Oleh karena itu diperlukan pembaruan aturan agar dapat menyesuaikan guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang optimal bagi pencipta pada zaman digitalisasi.

Perlindungan hak cipta karya seni lukisan diatur dalam UU Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014, yang menjamin hak eksklusif pencipta melalui hak moral dan ekonomi.Meski UU Hak Cipta memberikan perlindungan hukum, regulasi ini belum mengatur secara spesifik tindakan plagiarisme berbasis AI, yang menyebabkan kerugian bagi seniman.Diperlukan pembaruan hukum untuk menangani tantangan teknologi AI dan memastikan perlindungan hak cipta yang optimal di era digital.

Pertama, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas regulasi hak cipta saat ini dalam melindungi karya seni lukisan dari tindakan plagiarisme berbasis AI, serta mengidentifikasi celah hukum yang perlu diperbaiki. Kedua, penelitian tentang pengembangan teknologi deteksi plagiarisme berbasis AI dapat dikembangkan untuk membedakan antara inspirasi kreatif dan tindakan plagiarisme, dengan mempertimbangkan aspek etika dan keaslian karya. Ketiga, studi tentang dampak budaya dan sosial dari plagiarisme AI terhadap seniman Indonesia perlu dilakukan, termasuk bagaimana regulasi dapat memperkuat identitas seni lokal dan melindungi tradisi kreatif dalam konteks globalisasi digital.

  1. DOI Name 10.20885 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc islamic university... doi.org/10.20885DOI Name 10 20885 Values name values index type timestamp data serv crossref desc islamic university doi 10 20885
  2. Tinjauan Yuridis tentang Doktrin Fair Use dalam Undang-Undang Hak Cipta Indonesia dan Implikasinya terhadap... ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/860Tinjauan Yuridis tentang Doktrin Fair Use dalam Undang Undang Hak Cipta Indonesia dan Implikasinya terhadap ojs rewangrencang index php JHLG article view 860
  3. DOI Name 10.55903 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 46z crossref email support... doi.org/10.55903DOI Name 10 55903 Values doi name values index type timestamp data hs serv 46z crossref email support doi 10 55903
  4. DOI Name 10.33752 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 33z crossref email support... doi.org/10.33752DOI Name 10 33752 Values doi name values index type timestamp data hs serv 33z crossref email support doi 10 33752
  5. Analisis Aspek Moral dan Budaya dalam Pemajuan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia | IBLAM LAW REVIEW.... doi.org/10.52249/ilr.v5i2.606Analisis Aspek Moral dan Budaya dalam Pemajuan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia IBLAM LAW REVIEW doi 10 52249 ilr v5i2 606
Read online
File size498.03 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test