UNISBAUNISBA

Aktualita : Jurnal HukumAktualita : Jurnal Hukum

Penegakan hukum atas hak cipta dilakukan oleh pemegang hak cipta dalam ranah hukum perdata. Meskipun demikian, penegakan hukum atas hak cipta juga bisa melalui pendekatan ranah hukum pidana. Pendekatan dalam ranah hukum pidana dilakukan jika terjadi tindak pidana atau pelanggaran dalam hak cipta tersebut berupa pemalsuan, penggandaan dan pembajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami . Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak yang timbul dari suatu karya yang dihasilkan dengan menggunakan kemampuan intelektual manusia yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, di bidang ilmu pengetahuan, seni, sastra dan teknologi. Obyek Kekayaan Intelektual adalah hasil kreasi pikiran manusia. Secara aktual Hak Kekayaan Intelektual merupakan satu sistem pemberian pengakuan, penghargaan, perlindungan hukum dan mempunyai nilai ekonomis bagi karya-karya intelektual yang mencakup jangkauan yang luas.

Penulis menyimpulkan bahwa kebijakan perlindungan hak cipta novel harus mencakup aspek intelektual serta kebijakan anti‑pembajakan yang komprehensif.Diperlukan pembentukan badan baru untuk menanggulangi aksi pembajakan, dengan fokus pada penindakan terhadap pelaku dan penyuluhan kepada publik.Konsep badan baru tersebut diharapkan memberikan alasan rasional serta solusi efektif dalam mengatasi persoalan pembajakan hak cipta.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Pembajakan Hak Cipta (BNPPHC) dalam menurunkan tingkat pembajakan novel di Indonesia, dengan mengukur perubahan angka pelanggaran sebelum dan sesudah badan tersebut beroperasi. Selain itu, diperlukan studi komparatif mengenai faktor‑faktor ekonomi, sosial, dan budaya yang memotivasi konsumen dan pelaku pembajakan novel di berbagai wilayah, sehingga kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi lokal. Selanjutnya, penelitian dapat menilai dampak reformasi peradilan khusus hak cipta, termasuk keberadaan pengadilan khusus dan prosedur penyelesaian sengketa, terhadap efek jera pelaku serta persepsi publik terhadap penegakan hukum hak cipta. Dengan mengintegrasikan temuan dari tiga fokus tersebut, kebijakan anti‑pembajakan diharapkan menjadi lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.

  1. KONSEP PERLINDUNGAN HAK CIPTA NOVEL DALAM RANAH HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DARI TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN... doi.org/10.29313/aktualita.v2i1.4703KONSEP PERLINDUNGAN HAK CIPTA NOVEL DALAM RANAH HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DARI TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN doi 10 29313 aktualita v2i1 4703
Read online
File size756.97 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test