UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi NegaraJurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara

Efisiensi belanja dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas anggaran dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka untuk menganalisis proses perumusan kebijakan melalui model proses kebijakan, meliputi identifikasi masalah, penetapan agenda, perumusan, adopsi, dan implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran didorong oleh defisit fiskal, beban utang, serta inefisiensi pengeluaran, dan kemudian ditetapkan sebagai prioritas nasional melalui Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025. Implementasi kebijakan menekankan pembatasan belanja non-prioritas, optimalisasi pendapatan, realokasi anggaran ke sektor produktif, serta digitalisasi tata kelola anggaran. Implikasinya menuntut penguatan transparansi, koordinasi antar-lembaga, dan percepatan administrasi digital. Jika dijalankan konsisten, kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola keuangan negara, mengurangi defisit, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkuat disiplin fiskal dan tata kelola keuangan negara.Jika diimplementasikan secara konsisten dan disertai pengawasan yang ketat, kebijakan ini berpotensi meningkatkan stabilitas ekonomi, mengurangi ketergantungan pada utang, serta memperbaiki kualitas dan responsivitas layanan publik.Namun, keberhasilan kebijakan ini tetap sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menjaga koordinasi antar-lembaga, memperkuat integritas kelembagaan, serta memastikan bahwa efisiensi tidak sekadar berarti pemotongan, tetapi juga peningkatan efektivitas dalam penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat luas dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Berdasarkan analisis, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap sektor-sektor spesifik, seperti pendidikan dan kesehatan, untuk mengidentifikasi potensi risiko penurunan kualitas layanan publik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai efektivitas koordinasi antar-lembaga dalam implementasi kebijakan efisiensi, serta faktor-faktor yang menghambat atau memfasilitasi koordinasi tersebut. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana partisipasi publik dapat ditingkatkan dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan efisiensi, dengan fokus pada mekanisme Musrenbang dan saluran partisipasi lainnya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam implementasi kebijakan efisiensi anggaran, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk mencapai tujuan efisiensi fiskal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size354.76 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test