NEOLECTURANEOLECTURA

Intelektium JournalIntelektium Journal

Salah satu faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran matematika adalah kelemahan siswa dalam menggunakan penalaran dengan baik di saat menyelesaikan persoalan matematika yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan peningkatan kemampuan penalaran induktif siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan pendekatan tradisional. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan penalaran induktif siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan pendekatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menyediakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada proses pelaksanaannya. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) di salah satu SMA negeri di Cirebon. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah 1)Dari hasil perbandingan nilai rata-rata kedua kelas, kelas eksperimen mendapat kenaikan 29,4 dan kelas kelas kontrol terdapat kenaikan sebesar 26,00. Oleh karena itu,dapat dikatakan bahwa kemampuan penalaran induktif siswa lebih baik dipelajari dengan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan pendekatan tradisional.2)Hasil analisis data diketahui bahwa pada taraf signifikansi 1% thitung > ttabel , yaitu 2,883 > 2,641 artinya hipotesis yang diajukan penulis adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran induktif siswa antara yang menggunakan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional di SMP Negeri 11.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.1)Dari hasil perbandingan nilai rata-rata kedua kelas, kelas eksperimen mendapat kenaikan 29,4 dan kelas kelas kontrol terdapat kenaikan sebesar 26,00.Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kemampuan penalaran induktif siswa lebih baik dipelajari dengan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan pendekatan tradisional.2)Hasil analisis data diketahui bahwa pada taraf signifikansi 1% thitung > ttabel , yaitu 2,883 > 2,641 artinya hipotesis yang diajukan penulis adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran induktif siswa antara yang menggunakan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional di SMP Negeri 11.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode pembelajaran matematika yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak pendekatan kontekstual terhadap kemampuan penalaran induktif siswa dalam jangka panjang, serta mengidentifikasi strategi-strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan penalaran induktif siswa di kelas VIII SMP. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mengembangkan kemampuan penalaran induktif siswa secara optimal.

Read online
File size705.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test