UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Pembangunan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menerapkan pendekatan swakelola. Selama fase konstruksi, terjadi keterlambatan dan penurunan kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan tahap perencanaan. Oleh karena itu, diperlukan tinjauan terhadap pendekatan manajemen yang digunakan agar konstruksi dapat berjalan tepat waktu, kualitas terjaga, dan biaya efisien. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas manajemen waktu, biaya, dan kualitas dalam proyek konstruksi. Metode analisis yang digunakan adalah paradigma analisis data interaktif, yang melibatkan reduksi data, penyimpanan, dan analisis menggunakan IBM SPSS 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen waktu dan biaya telah efektif, dengan pekerjaan konstruksi selesai sesuai jadwal yang ditetapkan dan biaya tidak melebihi Rencana Anggaran. Manajemen kualitas dinilai sangat baik dengan skor 4,35, menunjukkan bahwa proses konstruksi dilaksanakan dengan ketat sesuai dengan bahan dan prosedur kerja yang ditentukan. Penghematan biaya juga dinilai sangat baik dengan skor 3,89, menunjukkan pengendalian biaya yang efektif. Efisiensi waktu dinilai baik dengan skor 4,06, menunjukkan bahwa proyek dapat menjalankan jadwal dengan efisien. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merekomendasikan peningkatan aspek kepemimpinan dan peningkatan keterlibatan aktif manajemen puncak dalam pengawasan dan pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa swakelola dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan hasil berkualitas tinggi dalam proyek konstruksi.

Implementasi swakelola dari aspek kualitas dinilai sangat baik dengan skor 4,24 karena berhasil memenuhi sembilan kriteria yang tercantum dalam kuesioner dan telah ditentukan dalam rencana awal.Proses konstruksi dilaksanakan dengan ketat sesuai dengan spesifikasi bahan dan prosedur kerja yang ditentukan, serta melalui sistem pengawasan yang efektif untuk memantau setiap tahap pekerjaan.Efektivitas waktu yang dihasilkan setelah evaluasi dinilai baik dengan skor 3,89.Hal ini tercermin dalam kemampuan proyek untuk menjalankan jadwal yang ditentukan dengan efisien.Penyusunan jadwal kegiatan dilakukan dengan cermat dan teratur, sehingga proyek dapat mencapai atau bahkan melebihi target waktu yang ditetapkan dalam rencana awal untuk struktur bangunan A dari 12 bulan menjadi 10 bulan dan konstruksi bangunan B dari 21 minggu menjadi hanya 18 minggu tanpa mengurangi kualitas.Pengawasan yang baik dan koordinasi antara tim proyek serta penerapan strategi penyesuaian jika terjadi keterlambatan atau hambatan juga berkontribusi terhadap keberhasilan manajemen waktu ini.Efisiensi biaya yang terjadi setelah proses evaluasi dilakukan pada proyek swakelola dinilai sangat baik dengan skor 4,06 karena berhasil mengelola anggaran sesuai dengan rencana awal yang awalnya Rp.Pengeluaran selama proses pengembangan dapat dikendalikan secara efektif, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak melebihi yang dipersiapkan dalam Rencana Anggaran.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan swakelola terhadap aspek-aspek tersebut sudah baik, tetapi masih dapat ditingkatkan menjadi lebih optimal.Oleh karena itu, diharapkan manajemen puncak dapat lebih aktif terlibat langsung di lapangan untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi pemahaman terkait peraturan dan standar kepada seluruh jenjang manajemen.Selain itu, pelatihan juga perlu diberikan kepada seluruh sumber daya manusia agar mereka lebih kompeten dalam memahami peraturan dan standar yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan kualitas proses atau hasil akhir pekerjaan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak keterlibatan aktif manajemen puncak dalam pengawasan dan pengambilan keputusan strategis terhadap efektivitas swakelola. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana peran manajemen puncak dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek konstruksi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi-strategi penyesuaian yang diterapkan dalam proyek swakelola untuk mengatasi keterlambatan atau hambatan. Penelitian ini dapat menganalisis efektivitas strategi-strategi tersebut dalam menjaga jadwal dan kualitas proyek. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada aspek pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam proyek swakelola. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pelatihan yang tepat dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman peraturan dan standar, sehingga dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil akhir pekerjaan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas proyek konstruksi yang menggunakan pendekatan swakelola.

  1. Evaluation of The Implementation of Quality Management, Costs and Time in The Process of Self-Managed... doi.org/10.30659/jacee.7.2.184-198Evaluation of The Implementation of Quality Management Costs and Time in The Process of Self Managed doi 10 30659 jacee 7 2 184 198
  2. DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
Read online
File size589.29 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test