UNRAMUNRAM

Jurnal Kompilasi HukumJurnal Kompilasi Hukum

Penelitian ini menganalisis secara yuridis pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan dalam perkara wanprestasi dengan objek sertifikat hak milik atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara wanprestasi penyerahan sertifikat pada Putusan Nomor 2/Pdt.G/2025/PN Mad jo. Putusan Nomor 470/PDT/2025/PT SBY, serta mekanisme eksekusi yang dapat ditempuh Para Pihak dalam perkara. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni menggunakan hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amar condemnatoir yang dijatuhkan hakim telah tepat, namun keabsahan objek perjanjian tidak dianalisis secara mendalam sehingga mempengaruhi eksekutabilitas putusan. Fakta bahwa sertifikat sedang dijadikan jaminan hak tanggungan pada pihak ketiga membuka potensi derden verzet berdasarkan Psl. 195 ayat (6) HIR, sementara penolakan dwangsom menghilangkan tekanan finansial bagi tergugat. Apabila eksekusi melalui aanmaning (Psl. 195 jo. 196 HIR) tidak terlaksana, para penggugat dapat menempuh Psl. 225 HIR sebagai alternatif konversi kewajiban penyerahan menjadi sejumlah uang yang setara.

Landasan pertimbangan hukum Majelis Hakim yang mendasari Putusan No.G/2025/PN Mad yang dikuatkan melalui Putusan Nomor 470/PDT/2025/PT SBY telah tepat dalam menyatakan wanprestasi dan menjatuhkan amar condemnatoir, namun menyisakan permasalahan lanjutan.Penilaian terhadap syarat suatu pokok persoalan tertentu sebagaimana Pasal 1320 KUHPerdata tidak dilakukan secara mendalam karena klausul perjanjian tertanggal 25 Desember 2009 tidak menjelaskan alas hak maupun tujuan hukum penyerahan sertifikat sehingga objek perjanjian bersifat multitafsir.Fakta bahwa sertifikat sedang dibebani hak tanggungan yang telah terungkap dalam persidangan juga tidak dianalisis dalam kaitannya dengan eksekutabilitas amar.Hal tersebut tidak dikoreksi oleh Pengadilan Tinggi yang hanya bergerak dalam logika konfirmasi tanpa memanfaatkan kewenangan judex facti secara optimal.Putusan yang benar secara hukum materiil belum tentu bermakna apabila tidak disertai pertimbangan yang memastikan amar tersebut dapat dilaksanakan secara nyata.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kerangka hukum yang mengatur hak pihak ketiga dalam proses eksekusi putusan, khususnya dalam konteks jaminan hak tanggungan. Selanjutnya, perlu diteliti efektivitas penggunaan dwangsom sebagai instrumen tekanan finansial dalam kasus wanprestasi serupa, termasuk analisis dampaknya terhadap keadilan proses hukum. Terakhir, studi tentang peran diskresi hakim dalam mengubah amar putusan agar lebih praktis dalam pelaksanaan, misalnya dengan mengkonversi kewajiban non-moneter menjadi kewajiban moneter, dapat memberikan solusi untuk putusan yang berpotensi non-executable.

  1. DASAR PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM PERJANJIAN | JURNAL HUKUM DAS SOLLEN. penerapan asas pacta... ejournal.unisi.ac.id/index.php/das-sollen/article/view/2988DASAR PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM PERJANJIAN JURNAL HUKUM DAS SOLLEN penerapan asas pacta ejournal unisi ac index php das sollen article view 2988
  2. A Legal Review of The Issues Surrounding The Enforcement of Judgments For Breach of Contract | Journal... doi.org/10.29303/jkh.v11i1.359A Legal Review of The Issues Surrounding The Enforcement of Judgments For Breach of Contract Journal doi 10 29303 jkh v11i1 359
Read online
File size175.16 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test