UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Bahan pengisi adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan campuran perkerasan jalan dengan ukuran kurang dari 0,075 mm atau melewati saringan no. 200 yang dapat berupa abu batu kapur, dolomit, dan semen Portland. Oleh karena itu, dengan keterbatasan sumber daya alam, perlu dilakukan program untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan memaksimalkan potensi yang dihasilkan dari limbah yang tidak terpakai. Jenis limbah yang dapat digunakan sebagai pengisi dalam aspal AC-WC adalah abu sekam padi yang diperoleh dari Desa Gunungsari, Kabupaten Malang dan abu serbuk kayu yang diperoleh dari Pabrik Batu Bata H. Sulaiman, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai kandungan kimia yang terkandung dalam abu sekam padi dan abu serbuk kayu dalam campuran aspal perkerasan AC-WC dengan melihat melalui parameter Marshall dan Indeks Kuat Sisa (IKS). Hasil penggunaan abu sekam padi sebagai pengisi dalam campuran aspal AC-WC dapat memberikan peningkatan nilai stabilitas hingga akhirnya menurun pada kandungan 100%, selain itu dapat memberikan peningkatan nilai yield, VIM, dan VMA. Namun, hal ini memberikan penurunan nilai VFA dan menghasilkan IKS sebesar 90,6% yang dapat memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 Revisi 2. Dalam abu serbuk kayu, dapat memberikan peningkatan stabilitas dan nilai yield hingga puncak pada 100%, tetapi dapat memberikan penurunan nilai VIM dan VMA. Namun, meningkatkan nilai VFA dan menghasilkan IKS sebesar 87,2% yang tidak memenuhi pedoman Bina Marga 2018 Revisi 2.

Berdasarkan hasil analisis terkait penggunaan abu sekam padi dan abu serbuk kayu sebagai pengisi, dapat disimpulkan bahwa kandungan kimia dominan dalam abu sekam padi adalah silika (SiO2) sebesar 86,10%.Komponen silika memiliki karakteristik kepadatan rendah, ukuran partikel kecil, dan daya serap tinggi sehingga kandungan silika yang lebih besar akan meningkatkan kemampuan ikat aspal sebagai senyawa karbon.Kandungan kimia dominan dalam abu serbuk kayu adalah kalsium oksida (CaO) dengan tingkat 67,80%.Tingkat ini memiliki kemampuan meningkatkan proses pengerasan dan menyerap karbon dioksida dari udara sehingga dapat memberikan penyerapan yang baik dan semakin tinggi tingkat yang diberikan, semakin tinggi nilai stabilitasnya.Penambahan abu sekam padi sebagai pengisi menyebabkan penurunan nilai stabilitas pada level 0-25% hingga meningkat pada level 75% dan akhirnya menurun menjadi 1246,39 kg pada level 100%.Untuk nilai aliran, VIM, dan VMA, penambahan abu sekam padi sebagai pengisi dapat menyebabkan penurunan hingga 25% dan peningkatan pada level berikutnya hingga 100%.Di sisi lain, semakin tinggi level yang ditambahkan, semakin rendah nilai VFA yang diperoleh dalam campuran.Penambahan abu serbuk kayu sebagai pengisi menyebabkan penurunan nilai stabilitas dan aliran dari 0-25%, kemudian meningkat hingga 100%.Nilai VIM dan VMA meningkat pada level 0-25% hingga terus menurun pada level berikutnya hingga 100%.Selanjutnya, dalam nilai VFA, terdapat peningkatan pada setiap penambahan level yang semakin besar hingga mencapai titik maksimum 73,74% pada level 100%.Nilai IKS dengan penambahan abu sekam padi sebagai pengisi pada tingkat Konten Pengisi Optimal (KFO) 48%, memberikan hasil positif dengan memperoleh nilai IKS sebesar 90,6%.Sementara itu, penambahan abu serbuk kayu sebagai pengisi pada tingkat Konten Pengisi Optimal (KFO) 62,5% memperoleh nilai IKS sebesar 87,2%.Sehingga hanya abu sekam padi yang dapat memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2 dengan nilai IKS minimum 90%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji cara meningkatkan kinerja abu serbuk kayu agar memenuhi standar Bina Marga 2018 Revisi 2. Selain itu, perlu mengeksplorasi bahan limbah lain sebagai alternatif pengisi dalam aspal. Terakhir, penelitian tentang daya tahan jangka panjang abu sekam padi dalam kondisi lingkungan berbeda dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang aplikasinya. Dengan menggabungkan pengembangan abu serbuk kayu, pencarian bahan pengisi alternatif, dan studi daya tahan jangka panjang, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan perkerasan jalan yang berkelanjutan dan efisien.

  1. KAJIAN PARAMETER MARSHALL DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH SERBUK KERANG HIJAU SEBAGAI FILLER CAMPURAN LAPIS... doi.org/10.21009/jmenara.v15i1.18124KAJIAN PARAMETER MARSHALL DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH SERBUK KERANG HIJAU SEBAGAI FILLER CAMPURAN LAPIS doi 10 21009 jmenara v15i1 18124
  2. Utilization of Rice Husk Waste and Wood Powder as Filler in AC-WC Asphalt | Perdana | JACEE (Journal... doi.org/10.30659/jacee.7.2.199-214Utilization of Rice Husk Waste and Wood Powder as Filler in AC WC Asphalt Perdana JACEE Journal doi 10 30659 jacee 7 2 199 214
  3. Application of Sawdust Ash as Filler Material in Asphaltic.... application sawdust ash filler material... doi.org/10.2478/cee-2020-0035Application of Sawdust Ash as Filler Material in Asphaltic application sawdust ash filler material doi 10 2478 cee 2020 0035
Read online
File size527.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test