UNISSULAUNISSULA
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)Pembangunan jalan di atas tanah lunak menimbulkan tantangan teknis yang signifikan karena sifat alami tanah seperti daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan kekuatan geser terbatas. Studi ini bertujuan menganalisis respons tanah lempung lunak terhadap beban vertikal dalam kondisi infiltrasi air yang berbeda menggunakan pemodelan numerik dengan perangkat lunak PLAXIS 2D. Pemodelan dilakukan dengan skala laboratorium 1:20, ketebalan tanah lunak 57 cm, dan lapisan pavemen fleksibel 3 cm. Simulasi dilakukan dalam tiga skenario penambahan air: 19%, 36%, dan 53%, dengan periode menunggu 3 hari sebelum pemberian beban 20,4 kg. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan kadar air secara signifikan memengaruhi deformasi tanah (perpindahan), dengan nilai perpindahan vertikal masing-masing 0,06128 mm, 0,1342 mm, dan 1,039 mm. Nilai tegangan efektif juga mengalami peningkatan terbatas, yaitu 10,17 kN/m², 11,39 kN/m², dan 11,41 kN/m². Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tegangan efektif meningkat secara numerik, kondisi jenuh akibat infiltrasi tinggi justru mengurangi stabilitas keseluruhan tanah.
Peningkatan kadar air secara signifikan memengaruhi deformasi dan stabilitas tanah lunak.Deformasi vertikal meningkat drastis dengan peningkatan kadar air, dari 0,06128 mm pada 19% hingga 1,039 mm pada 53%.Nilai tegangan efektif meningkat terbatas, namun tidak mencerminkan peningkatan kekuatan tanah secara keseluruhan.Kondisi air tinggi mendekati jenuh menyebabkan redistribusi tegangan tidak merata dan meningkatkan risiko deformasi serta ketidakstabilan lokal.Hasil ini mengonfirmasi bahwa semakin tinggi penambahan air, semakin besar tegangan efektif, yang menunjukkan hilangnya kekuatan tanah.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan suhu terhadap stabilitas tanah lunak dalam kondisi infiltrasi air. Selain itu, studi tentang respons pavemen fleksibel terhadap jenis tanah berbeda di wilayah rawan banjir perlu dilakukan. Pengembangan metode perbaikan tanah dengan bahan lokal yang ramah lingkungan juga menjadi arah penelitian yang potensial untuk meningkatkan daya dukung jalan di atas tanah lunak.
| File size | 1.02 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini meneliti efektivitas balok haunch dalam meningkatkan kinerja seismik sistem SRPMK, yaitu bangunan setinggi 60 meter tanpa dinding geserPenelitian ini meneliti efektivitas balok haunch dalam meningkatkan kinerja seismik sistem SRPMK, yaitu bangunan setinggi 60 meter tanpa dinding geser
USMUSM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Sosrobahu, mengevaluasi efektivitas manajemen ruang, dan mengidentifikasi strategi mitigasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Sosrobahu, mengevaluasi efektivitas manajemen ruang, dan mengidentifikasi strategi mitigasi
STAIDHISTAIDHI Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup,Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup,
UNISSULAUNISSULA Sementara metode analisis dengan Pile Driver Analysis Interpretation PDA-Test, di mana hasil dari grafik HSPD tanda dengan kedalaman dan nilai grafik PDA-TestSementara metode analisis dengan Pile Driver Analysis Interpretation PDA-Test, di mana hasil dari grafik HSPD tanda dengan kedalaman dan nilai grafik PDA-Test
UNISSULAUNISSULA Beton adalah jenis bahan konstruksi yang paling umum digunakan tetapi terpengaruh oleh kerusakan dini saat terpapar lingkungan maritim. Penyebab utamaBeton adalah jenis bahan konstruksi yang paling umum digunakan tetapi terpengaruh oleh kerusakan dini saat terpapar lingkungan maritim. Penyebab utama
UNISSULAUNISSULA Setelah menganalisis penggunaan excavator di Kanal Sekunder Kawo dengan precast tipe 4 berukuran 1,80 x 1,00 x 0,10 m, digunakan excavator minimum PC 45Setelah menganalisis penggunaan excavator di Kanal Sekunder Kawo dengan precast tipe 4 berukuran 1,80 x 1,00 x 0,10 m, digunakan excavator minimum PC 45
UNISSULAUNISSULA Dengan asumsi kecepatan grafik rata-rata menggunakan kecepatan yang ada adalah 73,44 km/jam. Hemat waktu perjalanan total dapat dibuat sebesar 4 jam 30Dengan asumsi kecepatan grafik rata-rata menggunakan kecepatan yang ada adalah 73,44 km/jam. Hemat waktu perjalanan total dapat dibuat sebesar 4 jam 30
UMSBUMSB Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan studi kelayakan kasus, pengumpulan data, dan menganalisa hasil dari data yang tersedia. Berdasarkan penelitianProsedur penelitian dimulai dengan melakukan studi kelayakan kasus, pengumpulan data, dan menganalisa hasil dari data yang tersedia. Berdasarkan penelitian
Useful /
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Pengujian hipotesis yang digunakan yaitu uji-t tidak berpasangan (independent). Kesimpulan dari hasil penelitian diantaranya yaitu (1) diperoleh perbedaanPengujian hipotesis yang digunakan yaitu uji-t tidak berpasangan (independent). Kesimpulan dari hasil penelitian diantaranya yaitu (1) diperoleh perbedaan
UNISSULAUNISSULA Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) selama proses pelatihan adalah 0,02% dan selama pengujian adalah 1,54%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) selama proses pelatihan adalah 0,02% dan selama pengujian adalah 1,54%.
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini mengevaluasi efektivitas manajemen waktu, biaya, dan kualitas dalam proyek konstruksi. Metode analisis yang digunakan adalah paradigma analisisPenelitian ini mengevaluasi efektivitas manajemen waktu, biaya, dan kualitas dalam proyek konstruksi. Metode analisis yang digunakan adalah paradigma analisis
UMSBUMSB Dalam upaya penyediaan air baku ini, Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Air Sumatera Barat memilih untuk membangun Embung sebagai penampung air. UntukDalam upaya penyediaan air baku ini, Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Air Sumatera Barat memilih untuk membangun Embung sebagai penampung air. Untuk