UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Indonesia terletak di zona tektonik aktif dengan potensi gempa yang tinggi, sehingga struktur bangunan tinggi sangat rentan terhadap beban gempa. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kinerja struktur adalah penggunaan balok haunch, yaitu model balok non-prismatic dengan kekakuan yang bervariasi sepanjang panjangnya. Penelitian ini meneliti efektivitas balok haunch dalam meningkatkan kinerja seismik sistem SRPMK, yaitu bangunan setinggi 60 meter tanpa dinding geser dan dengan dimensi kolom yang bervariasi sepanjang ketinggian bangunan. Balok prismatic (50/35) dan balok haunch (100/35) dengan variasi panjang 1/5L, 1/4L, dan 1/3L digunakan pada sambungan balok-kolom. Analisis dilakukan menggunakan metode spektrum respons dan metode pushover statis nonlinier. Hasil studi analisis pushover menunjukkan bahwa konfigurasi balok haunch 1/3L memberikan kinerja struktural yang lebih baik dalam mengendalikan drift dan displacement, terutama pada bangunan tinggi dengan kolom yang menyempit ke atas. Metode prosedur statis nonlinier (pushover) menunjukkan bahwa varian balok haunch 1/3L menunjukkan kinerja yang paling efektif. Pushover X, displacement 0,384 m, base shear 18813,17 kN, drift 1,24% ≤ 2%, kategori IO-LS, pushover Y, displacement 0,271 m, base shear 18343,3 kN, drift 0,83% ≤ 1%, kategori IO. Nilai drift yang lebih kecil menunjukkan peningkatan kekakuan sistem kerangka. B-Haunch 1/3 L memberikan kinerja struktural yang lebih baik dalam mengendalikan drift dan displacement, terutama pada bangunan tinggi dengan kolom yang menyempit ke atas. Nilai drift yang lebih kecil menunjukkan peningkatan kekakuan sistem kerangka. Penambahan dinding geser kemudian akan meningkatkan kekakuan, sehingga struktur bangunan menjadi lebih aman dalam menahan beban lateral.

Penggunaan balok haunch dengan sistem kerangka tahan momen khusus adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekakuan struktur untuk meningkatkan kinerja penahan beban lateral bangunan, dengan menghilangkan perhitungan dinding geser.Penelitian ini menggunakan varian, yaitu balok prismatic, balok haunch dengan 1/5 L, 1/4 L, dan 1/3 L.Dengan mempertimbangkan metode SRPMK sistem tanpa dinding geser, dan variasi dimensi kolom sepanjang ketinggian bangunan, disimpulkan bahwa menggunakan metode analisis statis linier dan analisis spektrum respons, balok prismatic dan balok 1/5 L tidak memenuhi persyaratan drift, sedangkan balok 1/4 L dan balok 1/3 L memenuhi kriteria persyaratan shift.Untuk menentukan kinerja, pengujian menggunakan metode prosedur statis nonlinier (pushover) menunjukkan bahwa varian balok 1/3 L menunjukkan kinerja yang paling efektif (berdasarkan ASCE 41-13) pada pushover X, dengan displacement maksimum 0,468 m, base shear 20313 kN, dan drift maksimum 1,52% dari kategori IO-LS, dan pada pushover Y, dengan displacement maksimum 0,358 m, base shear 21536 kN, dan drift maksimum 1,09% dari kategori IO-LS.Panjang B-Haunch 1/3 L dianggap optimal karena meningkatkan kekakuan putar sambungan, mendistribusikan tegangan lentur sepanjang balok, mengurangi konsentrasi engsel plastik, dan meningkatkan stabilitas keseluruhan kerangka.Pada bangunan tinggi tanpa dinding geser, peningkatan kekakuan sambungan sangat penting untuk mengendalikan drift antalantai dan mengurangi displacement bagian atas.Hal ini konsisten dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa variasi balok haunch 1/3 L menghasilkan drift dan displacement yang lebih kecil daripada balok haunch 1/4 L.Penambahan dinding geser kemudian akan meningkatkan kekakuan, sehingga struktur bangunan menjadi lebih aman dalam menahan beban lateral.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Menganalisis efek penggunaan balok haunch pada bangunan dengan sistem kerangka yang berbeda, seperti sistem kerangka tahan momen khusus (SMRF) dan sistem kerangka tahan momen umum (UMRF), untuk menentukan apakah ada perbedaan kinerja dalam mengendalikan drift dan displacement. (2) Meneliti pengaruh variasi dimensi balok haunch, seperti panjang dan lebar, pada kinerja struktural bangunan tinggi dalam menahan beban lateral. (3) Mengkaji dampak penambahan dinding geser pada bangunan tinggi dengan sistem kerangka tahan momen khusus, terutama dalam hal peningkatan kekakuan dan kinerja penahan beban lateral.

  1. Haunch Beams Behavior And Performance In High-Rise Buildings With Spectrum And Pushover Response | Pribadi... doi.org/10.30659/jacee.9.1.43-54Haunch Beams Behavior And Performance In High Rise Buildings With Spectrum And Pushover Response Pribadi doi 10 30659 jacee 9 1 43 54
Read online
File size998.13 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test