UNISSULAUNISSULA
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)Permasalahan konstruksi bangunan pada tanah lunak seringkali kompleks, terutama pada tahap perencanaan di mana banyak kriteria desain perlu dipertimbangkan, khususnya untuk struktur bawah dan lantai dasar bangunan. Demikian pula, selama fase pengembangan, peralatan dan metode konstruksi menghadapi tingkat analisis risiko yang sangat tinggi terkait kondisi tanah lunak yang rentan terhadap penurunan. Risiko sumber daya juga memainkan peran penting dalam kerangka waktu proyek infrastruktur pada tanah lunak selama fase konstruksi. Penelitian ini menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk manajemen proyek konstruksi dengan pendekatan Analisis Evolusi Ilmiah. Metodologi yang diterapkan adalah penentuan prioritas perbaikan bangunan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Profile Matching. Implementasi konstruksi bangunan dianalisis menggunakan metode AHP dengan perangkat lunak Excel. Model sistem pengambilan keputusan dibangun dengan membuat aplikasi berbasis komputer Building Information Management (BIM) menggunakan MySQL. Hasil penelitian ini adalah beberapa alternatif desain konstruksi untuk bagian bawah bangunan pada tanah lunak, yang bergantung pada jumlah lantai yang sangat memengaruhi jenis bangunan bawah tanah selain jenis tanah. Alternatif ini dapat berupa penggunaan atau tanpa dinding D dan tiang pancang. Model yang dikembangkan memudahkan pemilihan jenis fondasi karena berbasis komputer dengan program PHP-MySQL.
Desain konstruksi bagian bawah bangunan pada tanah lunak sangat bergantung pada jumlah lantai dan jenis tanah, serta faktor biaya, untuk semua klasifikasi bangunan.Untuk bangunan sederhana (kurang dari 4 lantai), tiang pancang galam, minipile beton, dan kayu ulin, serta tanpa atau dengan dinding semi-diafragma, merupakan pilihan yang direkomendasikan.Sementara itu, untuk bangunan tidak sederhana (≥ 4 lantai) dan bangunan khusus (≥ 9 lantai), tiang bor, tiang pancang beton pratekan, dan tiang pancang baja, bersama dengan dinding diafragma penuh atau semi-penuh, menjadi prioritas pilihan fondasi.
Penelitian ini memberikan dasar penting dalam manajemen konstruksi bangunan pada tanah lunak, namun masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut yang dapat memperkaya pemahaman dan aplikasi praktisnya. Salah satu arah penelitian lanjutan yang menjanjikan adalah memperluas sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis Building Information Management (BIM) yang telah dikembangkan. Studi selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana model ini dapat mengintegrasikan analisis risiko dinamis secara real-time, tidak hanya pada tahap perencanaan awal, tetapi juga selama seluruh siklus hidup proyek, termasuk pemantauan kinerja pasca-konstruksi. Hal ini akan memungkinkan evaluasi dampak lingkungan dan biaya siklus hidup secara lebih komprehensif, memberikan gambaran yang lebih holistik tentang keberlanjutan pilihan fondasi. Selain itu, penting untuk melakukan perbandingan efektivitas berbagai metode pengambilan keputusan multikriteria lainnya, di luar Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Profile Matching yang digunakan, dalam konteks pemilihan fondasi dan mitigasi risiko pada tanah lunak. Penelitian ini dapat menyelidiki metode lain yang mungkin lebih robust dalam menghadapi ketidakpastian geoteknik yang melekat pada kondisi tanah lunak. Dengan demikian, kita dapat menemukan pendekatan optimal yang mempertimbangkan kompleksitas data dan preferensi para pemangku kepentingan secara lebih baik. Terakhir, membangun mekanisme umpan balik dari data kinerja bangunan yang telah berdiri di atas tanah lunak akan sangat berharga. Data ini, termasuk pengukuran penurunan atau deformasi aktual, dapat digunakan untuk terus menyempurnakan dan memvalidasi model SPK dan BIM yang ada, sehingga meningkatkan akurasi prediktif dan keandalan keputusan di masa mendatang. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat menciptakan kerangka kerja manajemen konstruksi yang lebih cerdas dan adaptif untuk tantangan unik tanah lunak.
- Papers - DFI Journal. papers dfi journal print issn frequency bi annually nov dec continuously preprint... dfi-journal.org/papers/?abstract=2016100201Papers DFI Journal papers dfi journal print issn frequency bi annually nov dec continuously preprint dfi journal papers abstract 2016100201
- PIAHS - Establishment and practice of land subsidence control and management system for deep foundation... doi.org/10.5194/piahs-382-755-2020PIAHS Establishment and practice of land subsidence control and management system for deep foundation doi 10 5194 piahs 382 755 2020
- Journal Home:: International Journal of Architecture, Arts and Applications:: Science Publishing Group.... doi.org/10.11648/j.ijaaaJournal Home International Journal of Architecture Arts and Applications Science Publishing Group doi 10 11648 j ijaaa
| File size | 540.12 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISSULAUNISSULA Temuan ini menunjukkan kontribusi sinergis Bacillus safensis dan efek jenis abu terbang terhadap peningkatan keberlanjutan dan daya tahan beton HVFA. AbuTemuan ini menunjukkan kontribusi sinergis Bacillus safensis dan efek jenis abu terbang terhadap peningkatan keberlanjutan dan daya tahan beton HVFA. Abu
UNILAKUNILAK 28), dan penyebaran beban pada LTP yang tidak efektif. Secara keseluruhan, penyebab utama kegagalan konstruksi ini adalah tidak efektifnya pembentukan28), dan penyebaran beban pada LTP yang tidak efektif. Secara keseluruhan, penyebab utama kegagalan konstruksi ini adalah tidak efektifnya pembentukan
UNISSULAUNISSULA Data yang diperoleh diproses menggunakan MATLAB dengan metode pemodelan JST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE)Data yang diperoleh diproses menggunakan MATLAB dengan metode pemodelan JST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
UNIKAUNIKA Hasil perencanaan pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 13 cm. Perencanaan desain balok BI‑A = 350 x 700 mm, BI‑B = 250 x 500 mm, BA = 200 x 300Hasil perencanaan pelat lantai dan pelat atap dengan tebal 13 cm. Perencanaan desain balok BI‑A = 350 x 700 mm, BI‑B = 250 x 500 mm, BA = 200 x 300
UIN SUSKAUIN SUSKA Indeks keragaman nematoda menunjukkan tingkat rendah, menandakan populasi nematoda belum menjadi ancaman utama bagi produksi kelapa sawit pada lokasi tersebut.Indeks keragaman nematoda menunjukkan tingkat rendah, menandakan populasi nematoda belum menjadi ancaman utama bagi produksi kelapa sawit pada lokasi tersebut.
UNISSULAUNISSULA Hasil evaluasi jaringan irigasi menunjukkan tingkat kerusakan fisik dan fungsional infrastruktur saluran sekunder Sragi mencapai >40%. Tingkat kerusakanHasil evaluasi jaringan irigasi menunjukkan tingkat kerusakan fisik dan fungsional infrastruktur saluran sekunder Sragi mencapai >40%. Tingkat kerusakan
UNISSULAUNISSULA Pada suhu tinggi, terjadi deformasi permanen atau rutting yang menyebabkan saluran di arah perjalanan. Hal ini disebabkan oleh aliran viskos dari matriksPada suhu tinggi, terjadi deformasi permanen atau rutting yang menyebabkan saluran di arah perjalanan. Hal ini disebabkan oleh aliran viskos dari matriks
UNISSULAUNISSULA Variabel penelitian meliputi luas daerah tangkapan, populasi, curah hujan tahunan, tingkat penguapan harian, ketersediaan air permukaan, laju erosi permukaanVariabel penelitian meliputi luas daerah tangkapan, populasi, curah hujan tahunan, tingkat penguapan harian, ketersediaan air permukaan, laju erosi permukaan
Useful /
STIESULTANAGUNGSTIESULTANAGUNG Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa religiusitas, pendapatan, dan pemahaman zakat berpengaruh positif dan signifikan terhadapBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa religiusitas, pendapatan, dan pemahaman zakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap
UNISSULAUNISSULA Namun, penambahan 2% menghasilkan kekuatan tekan tertinggi pada 2,33 MPa. Penurunan kekuatan tekan untuk penambahan 1% dan 1,5% pada hari ke-7 dan ke-14Namun, penambahan 2% menghasilkan kekuatan tekan tertinggi pada 2,33 MPa. Penurunan kekuatan tekan untuk penambahan 1% dan 1,5% pada hari ke-7 dan ke-14
UNISSULAUNISSULA Beton yang terendam air laut mengalami penurunan kuat tekan dibandingkan beton yang direndam air tawar. Penurunan kuat tekan terjadi baik pada beton yangBeton yang terendam air laut mengalami penurunan kuat tekan dibandingkan beton yang direndam air tawar. Penurunan kuat tekan terjadi baik pada beton yang
UNISSULAUNISSULA Kesimpulan Desa Lerep sudah memiliki inisiatif elemen desa cerdas dengan tidak meninggalkan sistem kearifan lokal pada setiap acara desa. Desa Wisata LerepKesimpulan Desa Lerep sudah memiliki inisiatif elemen desa cerdas dengan tidak meninggalkan sistem kearifan lokal pada setiap acara desa. Desa Wisata Lerep