UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal AgroteknologiJurnal Agroteknologi

Nematoda merupakan organisme hama tanaman dari filum Nemathelminthes yang bersifat komposit dan menyerang berbagai jenis tanaman utama seperti kelapa sawit sehingga dapat menimbulkan kerugian yang bervariasi. Kerugian terparah biasanya terjadi pada akhir musim hujan dan pada 2‑3 bulan pertama musim kemarau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nematoda yang berasosiasi dengan tanaman kelapa sawit di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN V Sei Pagar. Penelitian dilaksanakan pada Oktober‑Desember 2023 dengan metode survei dan observasi laboratorium, termasuk observasi morfologi nematoda. Sampel akar dan tanah diambil di PTPN V Sei Pagar, ekstraksi nematoda menggunakan metode corong Baerman yang dimodifikasi, dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi, dan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genus nematoda yang ditemukan di PTPN V Sei Pagar pada dua afdeling dan tahun tanam yang berbeda terdiri dari empat genus, yaitu Helicotylenchus, Mylonchulus, Rhabditis, dan Aphelenchus.

Penelitian berhasil mengidentifikasi empat genus nematoda (Helicotylenchus, Mylonchulus, Rhabditis, dan Aphelenchus) yang terdapat pada tanah dan akar kelapa sawit di PTPN V Sei Pagar.Indeks keragaman nematoda menunjukkan tingkat rendah, menandakan populasi nematoda belum menjadi ancaman utama bagi produksi kelapa sawit pada lokasi tersebut.Keberadaan nematoda predator seperti Mylonchulus, Rhabditis, dan Aphelenchus berpotensi berperan dalam pengendalian alami nematoda parasit, sehingga penting untuk memanfaatkan interaksi ini dalam strategi pengelolaan hama.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana variasi kondisi tanah seperti pH, kelembaban, dan tekstur mempengaruhi komposisi dan dinamika populasi genus nematoda parasit dan predator pada perkebunan kelapa sawit, dengan tujuan mengembangkan model prediksi risiko serangan nematoda; (2) apakah penerapan tanaman penutup atau rotasi tanaman yang mengandung sumber makanan bagi nematoda predator dapat meningkatkan populasi predator seperti Mylonchulus, Rhabditis, dan Aphelenchus, sehingga menurunkan densitas nematoda parasit secara alami; dan (3) bagaimana intervensi biologis berupa introduksi atau augmentasi spesies nematoda predator terpilih dapat mempengaruhi produktivitas minyak kelapa sawit dan kesehatan akar dalam skala lapangan, dengan membandingkan efektivitas metode ini terhadap praktik pengendalian kimia konvensional. Setiap pertanyaan penelitian ini diharapkan menghasilkan data yang dapat diintegrasikan ke dalam program pengelolaan terpadu, sekaligus memberikan panduan praktis bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi tanpa menambah beban kimia. Penelitian ini juga dapat mengidentifikasi batasan ekologis dan ekonomi dari strategi biokontrol, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk keberlanjutan industri kelapa sawit.

Read online
File size422.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test