UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Saluran sekunder Sragi terletak di daerah irigasi Kaliwadas, Kabupaten Pekalongan dengan panjang 7.587 meter. Saluran ini berada di area persawahan yang digunakan untuk mengoptimalkan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian. Kondisi saluran saat ini berupa tanah asli menyebabkan kebocoran yang sering terjadi. Diperlukan penanganan teknis untuk memperbaiki bangunan irigasi melalui studi kondisi yang ada melalui survei lapangan dan pemeriksaan kondisi fisik. Selanjutnya dilakukan identifikasi tingkat kerusakan saluran irigasi. Hasil survei lapangan berupa tracing jaringan menunjukkan data bahwa tingkat kerusakan fisik dan fungsional infrastruktur saluran sekunder Sragi mencapai >40%. Kondisi ini dikategorikan sangat buruk dengan klasifikasi rusak parah yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Sebagian besar kerusakan berupa titik atau kerusakan lokal terjadi pada lapisan beton pratekan yang ada dari Hm 50 00 hingga Hm75 68. Rekomendasi perbaikan berupa pembongkaran lapisan beton pratekan yang sudah rusak sesuai titik kerusakan. Disarankan memperbaiki lapisan menggunakan beton pratekan K-300 agar struktur saluran irigasi aman terhadap risiko deformasi.

Hasil evaluasi jaringan irigasi menunjukkan tingkat kerusakan fisik dan fungsional infrastruktur saluran sekunder Sragi mencapai >40%.Tingkat kerusakan ini termasuk dalam kategori sangat buruk dengan klasifikasi rusak parah yang memerlukan perbaikan atau penggantian.Kerusakan utama terutama terjadi pada lapisan beton pratekan yang ada dari Hm 50 00 hingga Hm75 68.Rekomendasi perbaikan meliputi pembongkaran lapisan beton pratekan yang rusak dan penggantian dengan beton pratekan K-300 untuk menjaga keamanan struktur saluran irigasi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis ketahanan jangka panjang beton pratekan K-300 terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti banjir atau gempa bumi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak perubahan iklim terhadap sistem irigasi, terutama dalam hal frekuensi dan intensitas hujan yang memengaruhi kebutuhan air pertanian. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur irigasi, seperti model pengelolaan berbasis komunitas untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem irigasi. Ketiga saran ini membuka arah penelitian baru yang belum sepenuhnya ditangani dalam studi ini, sekaligus memberikan solusi berbasis kebijakan dan partisipasi aktif masyarakat.

  1. Evaluation of the Sragi Secondary Channel of the Kaliwadas Irrigation Area, Pekalongan Regency | Wanto... doi.org/10.30659/jacee.7.1.8-17Evaluation of the Sragi Secondary Channel of the Kaliwadas Irrigation Area Pekalongan Regency Wanto doi 10 30659 jacee 7 1 8 17
Read online
File size688.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test